Hindari 8 Kesalahan Ini Agar UMKM Naik Kelas
17 Mar 2025
Kesalahan dalam UMKM
Apa Inti Pembahasannya?
- Kesalahan umum UMKM paling krusial berasal dari lemahnya perencanaan dan pengelolaan keuangan, mulai dari minim riset pasar, pencampuran uang pribadi dan bisnis, hingga cash flow yang tidak terkontrol. Padahal, ini adalah fondasi utama agar usaha bisa bertahan dan berkembang.
- Banyak UMKM terhambat naik kelas karena pola pikir dan strategi yang keliru, seperti ekspektasi tidak realistis, enggan menerima saran, bekerja sendiri tanpa sistem atau tim, serta takut berinvestasi pada pengembangan bisnis dan inovasi.
- UMKM yang ingin tumbuh berkelanjutan harus fokus pada efisiensi, pelayanan pelanggan, dan adaptasi, termasuk disiplin keuangan, pelayanan yang konsisten, serta pemanfaatan pembiayaan modal usaha yang legal dan tepat untuk meningkatkan kualitas dan daya saing bisnis.
Wajib Tahu: 5 Cara Meningkatkan Kualitas UMKM Agar Tak Kalah Saing di Pasaran
Setiap pelaku usaha seperti pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) perlu melakukan banyak persiapan sebelum merintis bisnis, baik dari produk dan jasa yang akan ditawarkan, target pasar, hingga pembiayaan.
Memulai usaha di bidang UMKM memang penuh tantangan, tapi juga menawarkan peluang yang besar. Faktanya, UMKM memberikan kontribusi cukup besar pada perekonomian Tanah Air.
Pada kuartal pertama tahun 2025 saja, UMKM telah menyumbang sekitar 62,3% pada Produk Domestik Bruto (PDB). Tak hanya itu, UMKM juga menarik sampai 117 juta tenaga kerja, yaitu sekitar 97% dari total angkatan kerja nasional!
Oleh karena itu, kini semakin banyak orang yang berminat terjun ke bidang tersebut. Namun, tanpa bekal strategi yang tepat, kesalahan sekecil apapun bisa menghalangi kesuksesan yang kita impikan.
Kali ini, kita akan kupas tuntas masalah yang sering dihadapi pelaku UMKM serta solusinya agar bisnis dapat bertahan dan bersaing di pasaran serta berkembang pesat. Yuk, scroll dan kita simak bersama!
Apa Saja Masalah Umum dalam UMKM yang Harus Dihindari?
1. Kurang Perencanaan dan Strategi
Kesalahan yang sering dilakukan pelaku UMKM adalah kurangnya perencanaan dan strategi bisnis yang matang.
Banyak pemilik usaha memiliki ide bisnis yang bagus, tapi tidak tahu cara menerapkannya dengan baik.
Ingat, Sobat. Ide yang baik tidak akan memberi dampak positif jika tidak diikuti dengan perencanaan yang jelas dan langkah-langkah yang tepat.
Berikut ini strategi menuju kesuksesan bagi pelaku usaha, antara lain:
- Riset pasar: Perencanaan bisnis tanpa riset seperti hanya bertumpu pada asumsi atau perkiraan. Lakukan riset sederhana, seperti memahami kebutuhan pelanggan, harga pasar, hingga keunggulan kompetitor agar strategi lebih tepat sasaran.
- Invetasi keuntungan ke bisnis: Manfaatkan keuntungan untuk pertumbuhan bisnis, bukan untuk konsumsi pribadi seperti membeli barang mewah.
- Kurangi biaya operasional: Hindari pengeluaran berlebihan. Mulailah dengan bekerja dari rumah atau menggunakan layanan outsourcing hingga freelance agar lebih hemat.
- Tetapkan harga produk atau jasa yang sesuai: Hindari menetapkan harga produk atau jasa yang terlalu murah. Harga yang terlalu murah justru bisa merusak kualitas produk atau jasa kamu dan membuat bisnis sulit menaikkan margin di kemudian hari.
- Fokus pada pemasaran langsung: Selain investasi besar untuk branding, terapkan sistem penjualan dari pintu ke pintu dan pemasaran digital untuk hasil yang lebih cepat.
- Berikan bonus karyawan berdasarkan kinerja: Berikan insentif berbasis kinerja, seperti komisi atau bonus, untuk memotivasi tim dan menjaga biaya tetap terkontrol.
- Prioritaskan kepuasan pelanggan: Tanggapi umpan balik pelanggan dengan cepat dan dorong mereka untuk memberi referensi. Kepuasan pelanggan mendorong pertumbuhan bisnis melalui rekomendasi.
2. Ekspektasi Tinggi dan Tidak Realistis
Banyak pelaku usaha pemula terlalu berekspektasi tinggi tentang penghasilan dan target penjualan mereka. Ini cukup umum terjadi, tapi sangat penting untuk tetap realistis saat menetapkan target dan ekspektasi.
Optimis dalam berbisnis memang baik agar usaha dapat terus bertahan meski dihadapi hambatan dan tantangan, tapi kita pun harus diingat bahwa kesuksesan tidak datang dalam semalam.
Untuk kesuksesan yang diimpikan, dibutuhkan waktu dan usaha yang konsisten. Oleh karena itu, penting bagi pelaku UMKM untuk menetapkan ekspektasi yang wajar dan realistis.
Baca Juga: 7 Cara Meningkatkan Brand Awareness agar UMKM Naik Kelas
3. Mencampur Rekening Pribadi dan Bisnis
Salah satu masalah UMKM yang juga umum terjadi adalah menggunakan rekening yang sama untuk keuangan pribadi dengan bisnis.
Ini sering menyebabkan kesulitan, terutama saat kita mengelola aliran kas dan mencatat keuangan secara tepat. Maka, lebih baik memisahkan antara rekening pribadi dan bisnis agar keuangan tetap terkontrol dengan baik.
Dengan rekening bisnis terpisah, kita akan lebih mudah dalam memantau arus kas dan membuat laporan keuangan yang akurat. Ini juga akan semakin mudah bagi pemilik online shop yang proses transaksinya seringkali melalui metode transfer atau virtual account.
4. Kurangnya Pengelolaan Keuangan yang Baik
Pengelolaan keuangan perusahaan yang buruk juga termasuk salah satu masalah dalam UMKM, yang akhirnya dapat berujung pada kegagalan bisnis itu sendiri.
Banyak pelaku usaha yang mengabaikan pencatatan keuangan dengan alasan bahwa bisnis mereka masih kecil. Padahal, pengelolaan keuangan yang rapi adalah kunci untuk bertahan dan berkembang.
Salah satu yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan keuangan adalah arus kas atau cash flow, yaitu aliran keluar-masuknya uang dalam sebuah bisnis.
Bisnis Sobat mungkin terlihat untung di atas kertas. Namun, tanpa cash flow yang sehat, operasional bisa berhenti sewaktu-waktu.
Berikut adalah tips pengelolaan uang untuk UMKM ala SMS Finance:
- Buat anggaran rinci: Buat anggaran bulanan yang realistis untuk melacak setiap pemasukan dan pengeluaran dan menghindari pemborosan serta memastikan keuangan bisnis tetap dalam anggaran.
- Gunakan kartu atau rekening khusus usaha: Rekening khusus usaha yang terpisah dari keuangan pribadi memudahkan kita saat mengelola pengeluaran dan memperbaiki arus kas.
- Kelola utang dan angsuran dengan bijak: Hindari utang berlebihan dan prioritaskan pembayaran utang berbunga tinggi. Selain itu, bayar angsuran tepat waktu untuk menghindari denda.
- Tentukan waktu membeli atau belanja: Tunda pengeluaran besar hingga saat musim diskon atau sepi untuk menghemat biaya.
- Siapkan dana darurat: Sisihkan sebagian keuntungan untuk dana darurat. Menurut berbagai sumber, jumlah dana darurat idealnya bisa mencukupi kebutuhan operasional selama 3–6 bulan agar bisnis tetap bertahan di kondisi tak terduga.
- Evaluasi secara berkala: Tinjau keuangan setiap kuartal dan sesuaikan anggaran untuk mengikuti perubahan bisnis.
Selain strategi di atas, selalu ingat untuk patuh membayar pajak agar terhindar dari denda dan risiko hukum di masa depan.
Butuh dana lebih untuk kebutuhan bisnis? Ajukan saja pembiayaan modal usaha.
Lakukan riset mendalam dan pilih perusahaan pembiayaan yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), seperti SMS Finance.
Baca Juga: 7 Tips Pengelolaan Keuangan UMKM Mudah Agar Bisnis Makin Cuan
5. Tidak Meningkatkan Potensi Bisnis
Sebagai pengusaha, mungkin Sobat ingin menggunakan keuntungan untuk self reward, seperti shopping atau liburan. Ini tidak dilarang, tapi jika tidak dikelola akan menjadi kesalahan fatal.
Keuntungan yang didapat sebaiknya digunakan dulu untuk ditabung atau mengembangkan bisnis lebih lanjut.
Gunakan keuntungan ini untuk membeli peralatan yang lebih canggih, memperluas bisnis, atau meningkatkan kualitas produk dan layanan dengan memberikan diskon. Hal ini akan membantu bisnis tetap berjalan lancar dan berkembang dalam jangka panjang.
Namun, hindari memberikan diskon terlalu sering tanpa perhitungan matang. Salah langkah, ini bisa menjadi bumerang.
Jika terlalu sering memberikan diskon, keuntungan akan tergerus. Pelanggan pun akan terbiasa menunggu promo dan nilai merek di pasar akan menurun.
Butuh dana tambahan? Sobat bisa ajukan pinjaman dana tunai untuk modal usaha di SMS Finance. Ajukan pembiayaannya sekarang juga dengan klik di sini!
6. Bekerja Sendiri Tanpa Bantuan
Saat pertama kali merintis bisnis, banyak pelaku usaha yang mengerjakan semua hal sendiri, mulai dari produksi hingga pemasaran untuk menghemat dana.
Namun, seiring berkembangnya bisnis, tidak mungkin semuanya bisa dikerjakan sendirian.
Jika bisnis mulai berkembang, coba pertimbangkan untuk merekrut staf atau menggunakan teknologi untuk membantu operasional.
Masih ragu untuk merekrut karyawan? Sobat bisa menggunakan jasa freelancer atau karyawan paruh waktu untuk meringankan beban kerja.
Hal ini dapat membangun rasa kepercayaan pada karyawan dan melihat langsung kinerja mereka. Jika cukup puas dengan hasilnya, kita dapat merekrut karyawan lain atau mengangkat mereka sebagai pegawai tetap.
Baca Juga: 5 Cara Menarik Pembeli Saat Usaha Lagi Sepi: Ubah Strategi, Bukan Mimpi!
7. Pelayanan Tidak Maksimal
Jenis atau kualitas produk bukan lagi satu-satunya faktor penentu kesuksesan suatu bisnis, tetapi juga customer service alias pelayanan pada konsumen.
Faktanya, 93% orang akan kembali lagi ke sebuah merek yang memiliki pelayanan baik dan bagus. Tak hanya itu, 83% orang menjadi pelanggan setia saat keluhan mereka diterima dan direspons oleh pihak perusahaan.
Ini bukti bahwa pelayanan yang baik sangat berpengaruh pada kepuasan pelanggan dan reputasi bisnis.
Ini juga menunjukkan pentingnya menanggapi setiap kritik dan saran dari konsumen, terutama dengan berkembangnya era digital yang membuat komentar atau ulasan buruk mereka lebih cepat meluas.
Oleh karena itu, pastikan untuk selalu memberikan pelayanan terbaik dan mendengarkan masukan dari pelanggan agar mereka merasa dihargai dan senang untuk kembali membeli produk yang kita jual.
Pelayanan yang baik akan mendatangkan pembeli setia, bahkan promosi gratis dari mulut ke mulut!
8. Ogah Menerima Saran
Menganggap diri kita sudah tahu segalanya bisa menjadi salah satu kesalahan fatal dalam bisnis.
Kita mungkin sudah memiliki pengalaman atau pengetahuan tertentu, tapi sangat penting untuk selalu terbuka terhadap saran dan masukan dari orang lain.
Selain itu, kita pun dapat berkonsultasilah dengan para ahli seperti akuntan, perencana keuangan, atau konsultan bisnis untuk mendapatkan perspektif yang berbeda.
Ini akan membantu dalam membuat keputusan yang lebih baik dan mempercepat perkembangan bisnis.
Baca Juga: 6 Jenis Pembiayaan Modal Usaha untuk Bisnis, Pilih yang Sesuai!
Sobat, UMKM kamu bisa menjadi sumber cuan yang sangat berpotensi selama dikelola dengan baik. Namun, berbagai masalah di atas dapat menghambat kesuksesan bisnis itu sendiri.
Dengan mengetahui permasalahan UMKM dan solusinya di atas, kita dapat memastikan kelangsungan dan perkembangan bisnis serta mencapai kesuksesan yang diinginkan.
Satu kesalahan saja dapat berdampak fatal pada perusahaan dan dapat sulit untuk memperbaikinya lagi.
Jadi, jangan takut untuk mencari bantuan dan terus berinovasi dalam menjalankan bisnis. Berpikirlah kreatif dan cari cara agar bisnis berkembang dan menonjol dari usaha lainnya.
Salah satu langkah untuk mengembangkan bisnis UMKM kamu adalah dengan mengajukan pembiayaan modal usaha yang dapat meningkatkan kualitas bisnis lebih tinggi lagi.
Pilihlah perusahaan pembiayaan yang aman dan kredibel, seperti SMS Finance.
Butuh dana untuk upgrade peralatan bisnis atau ubah kemasan agar lebih kekinian? Semuanya bisa dengan pinjaman dana tunai dengan jaminan BPKB mobil di SMS Finance! Tenor fleksibel dan bunga rendah mulai dari 0,7% flat per bulan!
Tunggu apa lagi? Ayo bikin bisnismu makin cuan dengan klik di sini!
SMS Finance Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.