Login

Bisnis Lagi Seret? Ini Tantangan UMKM dan Solusinya!

28 Jul 2025

Tantangan UMKM di tahun 2025 dan tipsnya

Tantangan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di tahun 2025 diperkirakan akan semakin kompleks seiring dengan pesatnya perubahan pasar dan perkembangan teknologi.

UMKM sendiri telah menjadi bagian penting dalam perekonomian Indonesia selama beberapa tahun terakhir.

Selain memberikan kontribusi signifikan hingga 60% pada Produk Domestik Bruto (PDB), Portal Informasi Indonesia melaporkan bahwa UMKM pun melibatkan sampai 97% tenaga kerja dan mencapai sekitar 15,7% dari total ekspor.

Meskipun begitu, UMKM masih didominasi kategori usaha mikro. 68% omzet tahunan UMKM tercatat masih di bawah Rp50 juta dengan 31% laba bersih-nya di bawah Rp1 juta per bulan.

Dengan ini, para pelaku UMKM harus mampu berpikir kreatif sekaligus strategis untuk mengembangkan usaha mereka.

Dengan itu, UMKM masih memiliki potensi besar untuk terus menjadi pilar utama perekonomian Indonesia di masa depan.

Lantas, apa saja tantangan yang akan dihadapi oleh UMKM pada tahun 2025? Yuk, kita simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

 

Tantangan UMKM Tahun 2025

1. Sulit Mendapat Konsumen

Salah satu tantangan UMKM di Indonesia adalah mendapat konsumen atau pelanggan baru. Bagi UMKM dengan anggaran pemasaran terbatas, kesulitan ini bisa lebih nyata.

Tanpa brand recognition dan modal usaha yang cukup untuk promosi besar-besaran, mencari konsumen bisa sangat menantang.

Untuk mengatasi hal ini, pelaku UMKM perlu melakukan pemasaran online dan kreatif dalam strategi pemasaran.

Memanfaatkan media sosial, menawarkan promo, dan membangun jaringan bisnis bisa menjadi langkah yang efektif untuk mengatasi hal ini.

2. Penurunan Penjualan

Tantangan UMKM selanjutnya adalah peningkatan inflasi hingga pajak yang dapat mengarah pada penurunan daya beli masyarakat.

Hal ini membuat banyak konsumen lebih memilih produk dengan harga yang lebih murah, bahkan jika kualitasnya lebih rendah.

Sobat harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi ini, misalnya dengan mengevaluasi harga dan menyesuaikan produk agar lebih relevan dengan kebutuhan pasar.

Dalam situasi ini, penting bagi pelaku UMKM untuk tetap menjaga kualitas produk sambil tetap menawarkan nilai lebih bagi konsumen.

3. Minat pada Produk Ramah Lingkungan Meningkat

Gerakan berkelanjutan atau menjaga lingkungan seringkali dianggap sepele. Namun, faktanya ini menjadi salah satu tantangan UMKM selama beberapa tahun terakhir.

Sobat, kini tren menjaga lingkungan semakin meningkat. Konsumen cenderung lebih memilih produk yang ramah lingkungan, terutama dalam segi pengemasan atau packaging.

Survei Snapcart pada Oktober 2024 menunjukkan bahwa lebih dari 80% konsumen Indonesia pernah membeli produk berkelanjutan atau produk ramah lingkungan.

50% responden pun memilih menggunakan kemasan produk yang eco-friendly, seperti plastik berbahan singkong hingga tas belanja.

Oleh karena itu, UMKM perlu mulai memikirkan cara untuk mengintegrasikan aspek keberlanjutan dalam proses produksi mereka.

Menggunakan kemasan ramah lingkungan atau mengurangi penggunaan kertas adalah beberapa langkah yang bisa diambil untuk menjawab permintaan ini.

4. Persaingan yang Semakin Ketat

Persaingan selalu menjadi salah satu tantangan terbesar dalam UMKM di Indonesia.

Bagaimana tidak? Setidaknya, pada tahun 2024 jumlah UMKM di Indonesia sudah melebihi angka 65 juta unit.

Bidang UMKM ini pun beragam dan tersebar ke berbagai sektor, termasuk kuliner, kerajinan tangan, hingga teknologi digital.

5. Adopsi Teknologi Digital yang Lambat

Meski teknologi semakin berkembang pesat, masih banyak pelaku UMKM yang kesulitan dalam mengadopsi digitalisasi, yang kini disebut juga digitalisasi UMKM. Hal ini masih menjadi salah satu tantangan UMKM terbesar yang dibicarakan para pakar.

Menurut data dari RRI, hanya sekitar 25% UMKM di Indonesia yang sudah memanfaatkan ekosistem digital secara optimal.

Untuk bisa bersaing di era digital, UMKM harus mulai berinvestasi dalam digital marketing, e-commerce hingga marketplace, dan sistem manajemen bisnis berbasis teknologi.

 

Baca Juga: 6 Ide Bisnis Kerajinan Tangan untuk Pemula: Modal Minim, Untung Maksimal!

 

Saran untuk Pelaku UMKM

1. Tingkatkan Keterampilan dan Pengetahuan

Peningkatan keterampilan adalah langkah awal yang perlu diambil oleh pelaku UMKM untuk tetap relevan dan bertahan di pasar.

Pelaku UMKM perlu mengikuti pelatihan dan workshop tentang digital marketing, manajemen keuangan, serta inovasi produk.

Kini banyak kelas pelatihan yang diadakan secara offline hingga online sehingga jarak tempuh bukan lagi menjadi penghalang untuk belajar.

Dengan keterampilan yang terus diperbarui, pelaku UMKM bisa lebih mudah beradaptasi dengan perubahan pasar dan teknologi.

2. Cari Sumber Pendapatan Tambahan

Pelaku UMKM perlu mencari sumber pendapatan lebih beragam, salah satunya adalah dengan memasuki pasar internasional atau menambah variasi produk yang sesuai dengan tren pasar.

Disebut juga diversifikasi, hal ini bisa dilakukan dengan menawarkan produk atau layanan tambahan, atau bahkan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan produk atau layanan baru yang lebih relevan dengan kebutuhan konsumen.

Selain itu, pelaku usaha bisa mengajukan pembiayaan untuk modal usaha ke perusahaan pembiayaan.

Namun, pastikan dulu perusahaan pilihan telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar keamanan dan kredibilitasnya telah terjamin.

3. Pemanfaatan Teknologi

Mengadopsi teknologi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. UMKM harus memanfaatkan berbagai platform digital untuk mengelola usaha mereka dengan lebih efisien.

Hal ini bisa dimulai dengan menggunakan aplikasi atau software akuntansi, Artificial Intelligence (AI), media sosial, dan platform e-commerce hingga marketplace untuk menjual produk.

Teknologi ini akan membantu UMKM menghemat waktu, mengurangi biaya operasional, dan memperluas pasar.

4. Memperkuat Rantai Pasokan

Di tengah ketidakpastian ekonomi, penting bagi UMKM untuk memperkuat rantai pasokan, seperti membangun hubungan yang lebih baik dengan pemasok dan mitra bisnis.

Sobat, hal ini dapat membantu kamu sebagai pelaku UMKM mengurangi risiko gangguan dalam produksi.

Selain itu, mempertimbangkan pemasok alternatif atau lokasi sumber bahan baku yang lebih stabil juga bisa menjadi langkah yang bijak.

5. Pengelolaan Keuangan yang Bijak

Salah satu kunci utama dalam bertahan di tengah tantangan ekonomi adalah pengelolaan keuangan yang efisien.

Pelaku UMKM perlu memastikan bahwa mereka memiliki cadangan keuangan yang cukup untuk menghadapi masa-masa sulit.

Mengelola cash flow dengan baik dan melakukan efisiensi tanpa mengurangi kualitas produk akan membantu menjaga kelangsungan usaha dalam jangka panjang.

 

Baca Juga: 6 Jenis Pembiayaan Modal Usaha UMKM, Pilih yang Sesuai!

 

Sobat, dengan mengetahui tantangan UMKM dan mengikuti saran-saran di atas, kamu dapat lebih siap menghadapi berbagai perubahan dan berkembang di pasar yang semakin kompetitif.

Tahun ini bisa menjadi titik balik bagi UMKM untuk bangkit dan mencapai kesuksesan yang lebih besar.

Ini pun dapat lebih mudah dengan memiliki modal usaha yang dapat memberikan kamu berbagai keuntungan seperti meningkatkan arus kas, meningkatkan inventaris bisnis, hingga memperluas jangkauan bisnis itu sendiri.

Jangan sampai rencana untuk meningkatkan potensi bisnis terhambat karena keterbatasan modal. Ajukan pembiayaan modal usaha kamu sekarang ke SMS Finance.

Proses mudah, cepat, hingga bunga rendah mulai 0,7% flat per bulan!

Tunggu apa lagi? Yuk, tingkatkan potensi bisnis kamu dengan klik di sini!

SMS Finance Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan