Login

Rem Mobil Bekas: Wajib Tahu Bahayanya Kalau Jarang Diservis

19 Feb 2026

Pengemudi menekan pedal rem mobil penting untuk rutin memeriksa kondisi rem agar tetap aman saat berkendara

Apa Inti Pembahasannya?

  • Rem mobil bekas sebaiknya diservis minimal setiap enam bulan sekali karena sistem hidraulik bisa mengalami penurunan tekanan akibat udara atau air yang masuk ke saluran minyak rem.
  • Ciri rem bermasalah antara lain pedal terasa empuk, muncul bunyi berdecit, atau mobil susah berhenti. Jika dibiarkan, terutama saat rem “masuk angin”, risiko blong bisa meningkat dan membahayakan keselamatan.
  • Pemeriksaan rem sebelum membeli mobil bekas wajib dilakukan, mulai dari tes pedal, suara rem, hingga kondisi minyaknya. Hindari kebiasaan ngerem mendadak atau menahan ren di turunan supaya komponen tetap awet.

 

Wajib Tahu: 5 Alasan Mobil Bekas Lebih Disukai dari Mobil Baru, Laris Manis!

 

Sobat, hidup tidak selalu hanya tentang ngegas, tapi juga soal kapan kita harus ngerem. Dan percayalah, hal yang sama juga berlaku buat mobil, apalagi kalau mobilnya mobil bekas.

Kadang, dari luar mobil kelihatan mulus, tapi bagian paling penting justru tidak kelihatan: rem-nya masih sehat atau tidak? Karena kalau bagian ini bermasalah, efeknya bisa fatal.

Makanya, yuk kita bahas kenapa rem mobil bekas itu sangat wajib dicek rutin, biar perjalanan kita tetap aman, nyaman, dan jauh dari risiko!

 

Kenapa Rem Mobil Bekas Harus Rutin Diservis?

Rem mobil bekas sebaiknya diservis minimal tiap enam bulan sekali.

Alasannya, karena sistem rem, terutama yang pakai sistem hidraulis (disebut juga hidrolik), bisa mengalami penurunan tekanan seiring waktu. Salah satu penyebabnya adalah masuknya udara ke saluran minyak rem, yang bisa disebut “rem masuk angin”.

Nah, kondisi ini bisa membuat tekanan hidraulis di sistem rem jadi tidak stabil. Hasilnya? Saat menginjak pedal rem, mobil malah butuh waktu lebih lama untuk berhenti atau bahkan bisa tidak pakem sama sekali.

Selain itu, minyak rem juga bisa menyerap air dari udara (karena sifatnya higroskopis). Akibatnya, kualitasnya menurun, dan daya tekan rem pun melemah.

Makanya, penting sekali untuk menguras minyak rem dan mengecek komponen pengereman tiap enam bulan sekali. Tidak hanya kampas, tapi juga selang, kaliper, dan piringan cakramnya.

 

Ciri-ciri Rem Mobil Bekas yang Masih Sehat

Rem yang sehat itu rasanya beda, Sobat. Saat diinjak, harus terasa mantap dan responsif, tidak terlalu dalam dan juga tidak terlalu keras.

Berikut tanda-tanda kalau rem kamu masih dalam kualitas baik:

  • Pedal rem stabil, tidak goyang atau sangat dalam waktu ditekan
  • Minyak rem di reservoir masih berwarna bening dan di batas aman
  • Waktu kamu ngerem, mobil tetap stabil dan tidak melenceng ke kiri atau kanan
  • Tidak ada suara aneh seperti decitan atau gesekan kasar

Kalau semuanya masih aman, berarti sistem rem kamu masih bekerja dengan baik.

Tapi ingat, kondisi rem bisa berubah cepat kalau kamu sering nyetir di jalan macet atau turunan yang panjang. Jadi tetap wajib dicek berkala ya!

 

Baca Juga: Bahaya Aquaplaning: 7 Penyebab Utamanya yang Harus Diwaspadai!

 

Apa Saja Tanda Rem Mobil Bekas Bermasalah?

Ada tiga penyebab utama kenapa rem mobil bekas sering bunyi berdecit dan ini bisa jadi alarm kecil buat kamu, Sobat:

  • Kampas rem aus atau kotor: kalau kampas udah tipis, besi penahannya bisa gesek ke pinggiran cakram dan membuat suara berdecit.
  • Debu atau karat di piringan rem: mobil bekas yang jarang dipakai sering sekali mengalami ini. Debu dan karat buat permukaan cakram kasar, dan waktu digesek kampas, muncullah bunyi berdecit.
  • Kampas rem tidak rata atau mur baut longgar: kadang pemasangan kampasnya tidak presisi, atau mur kaliper longgar. Efeknya sama, muncul bunyi dan getaran waktu ngerem.

Selain bunyi, tanda lain yang sering muncul kalau rem mulai bermasalah adalah:

  • Pedal rem terasa empuk banget atau dalam
  • Mobil susah berhenti meski pedal sudah ditekan dalam
  • Getaran di pedal atau setir waktu ngerem
  • Minyak rem cepat berkurang, padahal tidak ada kebocoran besar

Kalau kamu sudah merasakan hal-hal itu, jangan ditunda. Karena artinya, sistem pengereman kamu perlu diservis, dan mungkin beberapa komponennya harus diganti.

 

Bahaya Kalau Rem Mobil “Masuk Angin”

Hal ini masih sering disepelekan, padahal bahaya sekali!

Rem yang “masuk angin” artinya ada udara yang mengalir ke dalam sistem hidraulis. Karena udara bisa dikompres (tidak seperti cairan), tenaga dari pedal rem pun akhirnya terbuang percuma.

Akibatnya:

  • Mobil butuh jarak lebih panjang buat berhenti
  • Pedal terasa empuk dan harus ditekan berkali-kali
  • Bahkan di kondisi ekstrem, rem bisa blong total

Kondisi ini sering terjadi karena minyak rem kosong, bocor, atau terlalu lama tidak diganti hingga kualitasnya turun.

Solusinya? Lakukan bleeding alias buang udara dari sistem rem, ganti minyak rem, dan pastikan semua saluran hidraulis rapat dan bersih.

 

Baca Juga: 8 Tips Aman Berkendara Saat Hujan, Hindari Risiko Aquaplaning!

 

Kebiasaan yang Harus Dihindari Agar Rem Tidak Cepat Rusak

Kadang bukan mobilnya yang salah, tapi cara kita menyetir, Sobat. Agar rem mobil bekasmu awet dan tidak gampang rusak, hindari beberapa kebiasaan ini ya:

  • Ngerem mendadak terus-menerus karena dapat membuat kampas cepat habis dan piringan cakram panas berlebihan.
  • Menahan rem di jalan menurun dapat membuat minyak rem mendidih dan menurunkan tekanan rem.
  • Jarang ganti minyak rem, padahal idealnya diganti tiap 20.000 km atau setahun sekali.
  • Tidak pernah membersihkan debu dan karat dapat menempel di cakram dan membuat gesekan rem tidak halus.

Dengan perawatan sederhana ini, rem mobil Sobat bisa awet bertahun-tahun tanpa perlu overhaul besar.

 

Cara Cek Kesehatan Rem Mobil Bekas Sebelum Beli

Kalau kamu lagi mau beli mobil bekas, bagian rem ini jangan cuma dicek lewat test drive ya, Sobat. Ada beberapa hal yang bisa kamu perhatikan:

  • Tes pedal rem harus terasa solid, tidak empuk berlebihan
  • Dengarkan suara rem, kalau berdecit, bisa jadi kampas aus atau cakramnya kotor
  • Cek minyak rem, jika warna minyak masih bening kekuningan artinya masih bagus, jika  keruh tandanya udah lama tidak diganti
  • Perhatikan arah mobil ketika rem, kalau belok ke satu sisi, berarti tekanan rem tidak seimbang

Sobat, mobil bekas bisa tetap aman dan nyaman asal kita tahu cara merawatnya. Jangan lupa, rem itu bukan cuma buat berhenti, tapi juga untuk menyelamatkan kita dan orang lain di jalan.

Kalau ternyata Sobat perlu servis rem dengan biaya yang cukup besar, apalagi sampai harus ganti kampas, cakram, atau minyak rem, SMS Finance hadir dengan pinjaman dana tunai yang bisa digunakan untuk biaya servis tersebut, sekaligus kebutuhan penting lainnya.

Klik di sini untuk cari tahu lebih lanjut.

SMS Finance Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan