Login

8 Tips Aman Berkendara Saat Hujan Deras, Terhindar dari Aquaplaning dan Kecelakaan!

26 Nov 2024

tips aman berkendara saat hujan

Apa Inti Pembahasannya?

  • Kita perlu memerhatikan tips aman berkendara saat hujan karena jalan basah bisa memicu hal tak diinginkan termasuk aquaplaning, yaitu kondisi saat ban kehilangan cengkeraman pada jalan akibat lapisan air di permukaannya. Akibatnya mobil bisa sulit dikendalikan, terutama jika kecepatan tinggi atau kondisi ban sudah tidak optimal.
  • Sebagian besar risiko bisa dicegah dengan tiga hal utama, yaitu memastikan kondisi ban masih layak, mengurangi kecepatan sekitar 20–30%, serta menghindari pengereman mendadak atau manuver tiba-tiba. Semua ini untuk menjaga traksi mobil tetap stabil di jalan licin.
  • Kita juga bisa berkendara lebih tenang di bawah hujan saat menyalakan lampu utama, menjaga jarak 2–3 kali lebih jauh, menghindari genangan air, dan tetap di jalur yang stabil bisa sangat mengurangi risiko kecelakaan. 

 

Wajib Tahu: 14 Perlengkapan Mobil Wajib Agar Perjalanan Selalu Aman

 

Tips aman berkendara harus diikuti oleh setiap pengemudi demi kenyamanan sekaligus keselamatan di jalan, terutama ketika sedang hujan deras.

Pasalnya, menyetir saat hujan deras dapat memicu kecelakaan yang dipicu oleh aquaplaning atau hydroplaning.

Selain itu, dengan kondisi pencahayaan dan pandangan yang lebih minim dari biasanya, mengemudi saat hujan dapat menjadi salah satu situasi tersulit dan berbahaya yang dihadapi pengemudi.

Namun, sebenarnya apa itu aquaplaning? Apa saja yang harus kita lakukan agar bisa berkendara dengan aman di musim hujan? Yuk, scroll untuk informasi selengkapnya!

 

Apa Itu Aquaplaning?

Saat berkendara di bawah hujan, kita disarankan untuk tidak terlalu "ngebut" atau menyetir dengan kecepatan tinggi. Bukan tanpa alasan, karena ini bisa berujung ke kecelakaan yang disebabkan aquaplaning atau hydroplaning. 

Aquaplaning adalah kondisi saat ban mobil tidak sepenuhnya "mencengkeram" aspal karena adanya lapisan air di antara ban dan permukaan jalan. Lapisan air ini pun disebabkan jalanan yang basah atau adanya genangan air karena hujan. 

Saat aquaplaning terjadi, mobil terasa seperti “melayang”. Setir menjadi ringan dan ban kehilangan daya cengkeram pada permukaan jalan. Akibatnya, mobil bisa kehilangan traksi sehingga sulit dikendalikan, terutama saat melaju dengan kecepatan tinggi di jalan yang tergenang air.

Namun, aquaplaning tidak hanya dipengaruhi oleh genangan air saja. Ada beberapa faktor lain yang juga dapat meningkatkan risiko, seperti:

  • Kondisi ban yang sudah aus atau tapak ban terlalu tipis
  • Tekanan angin ban yang tidak sesuai
  • Kecepatan kendaraan terlalu tinggi di jalan basah
  • Sistem kaki-kaki atau suspensi kendaraan yang kurang optimal
  • Bobot kendaraan dan distribusi beban yang tidak seimbang

Memahami apa itu aquaplaning menjadi salah satu langkah penting dalam menerapkan tips aman berkendara saat hujan deras.

Dengan kondisi jalan yang licin dan jarak pandang yang terbatas, kita sebagai pengemudi perlu lebih hati-hati agar perjalanan tetap aman dan nyaman selama musim hujan.

 

Baca Juga: Awas Bahaya Aquaplaning Saat Hujan, Ini Cara Pencegahannya!

 

Apa Saja Tips Aman Berkendara Saat Hujan?

Sobat harus ektra hati-hati saat berkendara di tengah hujan deras. Jalanan licin, jarak pandang terbatas, sampai risiko aquaplaning, semuanya bisa jadi ancaman nyata kalau kita tidak siap.

Agar perjalanan tetap aman meski cuaca sedang tidak bersahabat, berikut ini tips aman berkendara saat hujan yang bisa kita praktikkan!

1. Tunggu Hujan Reda Jika Tidak Mendesak

Kalau perjalanan bisa ditunda, lebih baik untuk menunggu sampai hujan reda atau cuaca membaik.

Dengan hujan deras, jarak pandang terbatas dan jalanan pun basah. Ini akan berisiko, terutama jika kondisi ban mobil sudah mulai tipis dan tapaknya tidak cukup dalam untuk mengalirkan air.

Sebelum berangkat, pantau kondisi cuaca lewat aplikasi atau internet di ponsel. Kalau cuaca diprediksi hujan lebat atau angin kencang, pertimbangkan untuk menunda perjalanan jika memungkinkan.

2. Periksa Kondisi Ban Secara Rutin

Ban adalah satu-satunya titik kontak antara mobil dan permukaan jalan. Saat musim hujan, perannya pun jadi jauh lebih krusial.

Ban yang sudah aus punya daya cengkeram yang lemah, jadi risiko mobil tergelincir dan aquaplaning meningkat.

Sebelum berkendara, pastikan alur tapak ban masih cukup dalam untuk mengalirkan air dan tidak ada bagian ban yang terlihat aus atau retak.

Selain itu, pastikan usia ban tidak lebih dari 5 tahun. Segera ganti ban jika usianya sudah lebih dari itu atau bahkan mencapai 10 tahun.

3. Nyalakan Lampu Utama

Saat hujan deras, jarak pandang bisa menyusut drastis, bahkan hanya 5 sampai 10 meter saja. Untuk memberikan rasa aman dan keselamatan, nyalakan lampu utama (low beam).

Lampu ini bukan hanya membantu kita melihat jalan lebih jelas, tapi juga membuat kendaraan lebih mudah terlihat oleh pengendara lain.

Yang perlu diperhatikan:

  • Gunakan lampu rendah, bukan lampu jauh, agar tidak menyilaukan kendaraan dari arah berlawanan
  • Jangan sembarangan menyalakan lampu hazard karena ini bisa membingungkan pengendara lain
  • Pastikan wiper berfungsi optimal untuk menjaga pandangan tetap bersih

Terkait lampu hazard, jenis lampu ini umumnya digunakan jika mobil sedang mengalami gangguan dan harus berhenti di pinggir jalan.

Menyalakannya saat sedang hujan deras justru memberikan "sinyal" yang salah pada pengendara lain dan membuat mereka bingung.

4. Kurangi Kecepatan

Hujan deras mungkin membuat Sobat ingin tiba di tempat tujuan lebih cepat. Namun, hindari hal ini karena bisa memicu kecelakaan.

Jalanan basah  karena hujan membuat jarak pengereman jadi jauh lebih panjang dari biasanya. Kecepatan tinggi pun memperbesar risiko aquaplaning serta terlambat mengerem.

Oleh karena itu, saat menyetir di bawah hujan kurangi kecepatan minimal 20–30% dari kecepatan normal atau batasi kecepatan maksimal sekitar 50–60 km/jam. 

5. Hindari Mengerem Mendadak

Selain "ngebut" di jalan basah, tiba-tiba mengerem juga salah satu pemicu utama aquaplaning.

Saat mendekati persimpangan atau ingin melambat, angkat kaki dari gas lebih awal dan biarkan kendaraan melambat secara alami. Jika perlu mengerem, lakukan secara bertahap dan halus.

Selain itu, hindari menggunakan cruise control saat hujan karena fitur ini bisa membuat mobil tiba-tiba kehilangan kendali saat terjadi aquaplaning.

Selain itu, pegang setir dengan stabil dan hindari manuver mendadak.  Ban bisa kehilangan cengkeraman lebih cepat di permukaan jalan yang basah.

6. Jaga Jarak Aman Lebih Jauh

Jalanan basah membuat waktu pengereman bisa bertambah hingga dua kali lipat, jadi kita harus mengambil jaga jarak aman yang lebih jauh dari biasanya. Sebagai patokan, jaga jarak 2–3 kali lebih jauh dari kondisi kering. 

7. Hindari Genangan Air

Genangan air yang terlihat dangkal bisa jadi lebih berbahaya dari yang kita kira, jadi ini tidak bisa diabaikan.

Beberapa hal yang perlu diingat:

  • Jika harus melewati genangan, lakukan dengan pelan dan hati-hati
  • Usahakan berkendara di tengah lajur karena air cenderung lebih sedikit di sana
  • Setelah melewati genangan, uji rem perlahan untuk memastikan rem masih merespons dengan baik

Genangan air tidak hanya menyembunyikan lubang yang tidak telrihat, tapi juga benda tajam seperti kerikil hingga bebatuan.

Jika mobil melewati genangan dengan kecepatan tinggi, kendaraan berisiko mengalami water hammer yang merusak mesin.

8. Tetap di Lajur yang Sama

Berpindah lajur atau menyalip saat hujan deras bisa berisiko. Saat ban keluar dari jalur yang seharusnya, cengkeraman ke aspal bisa berkurang tiba-tiba, terutama di jalan yang basah atau tergenang air.

Jika memungkinkan, ikuti jejak ban kendaraan di depan. Selain membantu mengalirkan air, ini juga membuat perjalanan lebih terkontrol dan stabil.

 

FAQ - Pertanyaan Umum Terkait Tips Berkendara Saat Hujan

1. Bagaimana saat berkendara dalam situasi hujan?

  • Nyalakan lampu utama atau low beam

  • Kurangi kecepatan mobil minimal 20–30% dari kecepatan normal atau batasi maksimal sekitar 50–60 km/jam

  • Hindari mengerem mendadak

  • Jaga jarak aman sekitar 2–3 kali lebih jauh dari kondisi kering

  • Hindari genangan air

  • Tetap di jalur yang sama

2. Lebih baik mengemudi lebih cepat atau lebih lambat saat hujan?

Saat hujan deras lebih baik menyetir lebih lambat dengan kecepatan minimal 20–30% dari kecepatan normal atau batasi maksimal sekitar 50–60 km/jam untuk mencegah mobil aquaplaning.

3. Cara agar mobil tidak berembun saat hujan?

Salah satu cara agar mobil tidak berembun adalah menyalakan defogger, yang biasanya terpasang di kaca depan dan belakang kendaraan. Untuk informasi selengkapnya tentang defogger mobil klik di sini.

 

Baca Juga: Jangan Abaikan! Ini 5 Tanda Wiper Mobil Kamu Perlu Diganti

 

Sobat, berkendara di musim hujan memerlukan kewaspadaan ekstra dan persiapan yang matang, mulai dari kondisi ban, sistem lampu, hingga kecepatan berkendara.

Dengan mengikuti tips aman berkendara saat hujan ini, kita dapat mengurangi risiko kecelakaan apapun, termasuk yang disebabkan aquaplaning.

Selalu utamakan keselamatanmu sendiri serta pengguna jalan lainnya. Tetaplah waspada dan berhati-hati.

Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk menghindari kecelakaan adalah memilih kendaraan dengan spek terbaik. Selalu riset tentang jenis mobil terbaik yang sesuai kebutuhan dan budget, lalu ajukan pembiayaannya ke SMS Finance.

Di SMS Finance kamu bisa mengajukan pembiayaan mobil bekas dengan proses yang mudah, cepat, dan bunga rendah mulai 0,7% flat per bulan!

Tunggu apa lagi? Wujudkan mobil impianmu dengan klik di sini!

SMS Finance Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.