Login

Pinjaman dengan Agunan dan KTA, Apa Perbedaannya?

22 Sep 2025

Perbedaan pinjaman dengan agunan dengan Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Apa Inti Pembahasannya?

  • Perbedaan pinjaman dengan agunan dan KTA ada pada jaminan, bunga, dan limit. KTA tidak butuh agunan tapi bunganya lebih tinggi dan limit terbatas, sedangkan pinjaman dengan agunan menawarkan bunga lebih rendah tapi dana lebih besar karena ada aset sebagai jaminan.
  • Jika butuh dana cepat dan tanpa aset, KTA lebih praktis. Namun, untuk kebutuhan besar dengan cicilan lebih ringan, pinjaman dengan agunan jadi pilihan lebih efisien karena tenor panjang dan bunga lebih rendah.
  • KTA berisiko pada bunga tinggi dan beban angsuran, sementara pinjaman dengan agunan berisiko kehilangan aset jika gagal bayar, jadi pastikan memilih sesuai kemampuan finansial dan tujuan penggunaan dana.

 

Wajib Tahu: 6 Jenis Pembiayaan Modal Usaha untuk Bisnis, Pilih yang Sesuai!

 

Butuh dana tambahan? Ada banyak jenis pembiayaan atau pinjaman yang bisa kita ajukan, seperti pinjaman dengan agunan dan Kredit Tanpa Agunan (KTA).

Kedua jenis pembiayaan ini sama-sama bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan dana, tetapi keduanya memiliki karakteristik, syarat, dan risiko yang berbeda.

Oleh karena itu, kita harus tahu dulu perbedaan kedua jenis pembiayaan di atas, mulai dari nilai angsuran, tenor, hingga dana yang didapat. Ini agar kita bisa memilih jenis pinjaman yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial kita sendiri.

Lalu, apa saja perbedaan antara pinjaman tanpa agunan dan dengan agunan? Mana yang lebih cocok? Yuk, kita cek bersama!

 

Apa Itu Kredit Tanpa Agunan (KTA)?

Kredit Tanpa Agunan yang disingkat menjadi KTA adalah jenis pembiayaan yang dapat diajukan tanpa perlu memberikan aset sebagai jaminan. Itu artinya, jenis pinjaman ini tidak memerlukan agunan.

Pinjaman tanpa agunan seperti KTA menjadi solusi praktis jika Sobat membutuhkan dana cepat tanpa harus menjaminkan aset seperti tanah, rumah atau kendaraan.

Keuntungan KTA

  • Proses cepat: Karena tidak ada proses penilaian aset, dana bisa cair hanya dalam 1 sampai 7 hari kerja, tergantung kelengkapan dokumen.
  • Tidak perlu jaminan: Kita tidak perlu memberikan jaminan untuk mengajukan KTA, jadi jenis ini cocok jika kamu tidak memiliki aset fisik seperti properti atau kendaraan.
  • Fleksibilitas penggunaan dana: Dana bisa digunakan untuk kebutuhan apapun tanpa ada batasan atau aturan.
  • Ideal untuk keadaan darurat: Proses yang cepat membuat KTA jadi solusi saat terjadi kebutuhan mendesak atau darurat, seperti biaya rumah sakit.

Kelemahan KTA

  • Suku bunga tinggi: Karena tidak ada jaminan, risiko bagi pemberi pinjaman lebih tinggi sehingga bunga yang harus dibayar debitur pun juga lebih besar.
  • Jumlah pinjaman terbatas: Dengan tidak adanya agunan dana yang dicairkan tidak terlalu besar, berkisar sampai sekitar Rp200.000.000—Rp300.000.000.
  • Tenor pendek: Jangka waktu pelunasan biasanya lebih pendek dibanding pinjaman dengan agunan.
  • Risiko gagal bayar: Jika tidak sanggup membayar, peminjam bisa dikenakan denda, bunga yang membengkak, masuk daftar hitam atau bahkan digugat secara hukum.

 

Baca Juga: 7 Syarat Ajukan Pinjaman Jaminan BPKB Mobil

 

Apa Itu Pinjaman dengan Agunan?

Berbeda dengan Kredit Tanpa Agunan, salah satu persyaratan utama pinjaman dengan agunan adalah memiliki aset untuk mendapatkan pinjaman.

Lalu, apa itu agunan? Menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, tepatnya pada Pasal 1 ayat 23, agunan adalah jaminan tambahan yang diserahkan oleh nasabah debitur kepada bank (kreditur) dalam rangka pemberian fasilitas kredit.

Singkatnya, agunan adalah bentuk komitmen dari pihak peminjam. Dengan adanya jaminan, pihak pemberi pinjaman merasa lebih aman karena ada aset yang bisa menjadi penyeimbang risiko jika terjadi sesuatu di kemudian hari, seperti keterlambatan pembayaran angsuran.

Nilai aset yang dijaminkan menjadi dasar pertimbangan utama. Semakin tinggi nilai agunan, semakin besar pula potensi dana yang bisa disetujui.

Itulah mengapa jenis pinjaman ini umumnya cocok bagi Sobat yang sedang membutuhkan dana dalam jumlah besar dan memiliki aset yang layak dijaminkan. Misalnya, untuk tambahan modal kerja atau renovasi rumah.

Berikut ini keuntungan dan kelebihan jenis pinjaman dengan agunan.

Keuntungan

  • Suku bunga relatif: Karena ada aset yang menjamin pinjaman, suku bunga bisa lebih rendah dari KTA.
  • Dana lebih besar: Dana yang dicairkan bisa lebih dari Rp500.000.000 bahkan miliaran, tergantung pada nilai jenis aset yang dijaminkan.
  • Tenor panjang: Bisa mencapai bertahun-tahun tergantung pada jenis aset yang dijaminkan. Ini pun membuat angsuran bulanan menjadi lebih ringan.
  • Dana bisa untuk semua kebutuhan: Dana bebas digunakan untuk tujuan apapun, seperti modal usaha, biaya pendidikan, renovasi rumah, hingga liburan bersama keluarga.
  • Aset yang dijaminkan masih bisa digunakan: Meskipun sertifikat rumah atau BPKB mobil dijadikan jaminan, rumah atau mobil itu sendiri masih bisa dipakai karena yang dijadikan agunan hanyalah dokumennya, bukan barangnya.

Kelemahan

  • Proses pengajuan lebih lama: Dengan adanya agunan, terdapat proses penilaian atau appraisal aset yang dijadikan sebagai jaminan.
  • Risiko kehilangan aset: Jika tidak bisa membayar angsuran, aset yang dijaminkan bisa disita oleh pemberi pinjaman.

Jenis-Jenis Agunan

Setelah tahu keuntungan dan kelemahan jenis pembiayaan ini, kita akan membahas jenis-jenis agunan yang biasanya digunakan perusahaan pembiayaan bank atau non-bank dalam produk mereka. Selengkapnya ada di bawah ini.

1. Agunan Berwujud

Ini adalah jenis agunan yang bisa dilihat dan disentuh secara fisik. Jenis ini masih dibagi lagi menjadi dua kelompok, yaitu:

a. Agunan Bergerak

Agunan bergerak adalah aset yang relatif mudah dipindahkan atau dialihkan kepemilikannya. Contohnya seperti:

  • Kendaraan bermotor
  • BPKB dan STNK
  • Faktur pembelian kendaraan

Jenis ini sering dipilih karena prosesnya cenderung lebih cepat. Nilainya fleksibel dan penilaiannya cenderung lebih sederhana dibanding properti.

b. Agunan Tidak Bergerak

Agunan tidak bergerak adalah aset yang sulit dipindahkan dan biasanya memiliki nilai yang lebih besar serta cenderung stabil. Contohnya antara lain:

  • Rumah
  • Ruko atau gudang
  • Tanah
  • Properti komersial
  • Emas dalam jumlah tertentu

Jenis ini biasanya digunakan untuk pinjaman dengan nilai lebih besar, seperti pembiayaan usaha atau kebutuhan jangka menengah hingga panjang.

2. Agunan Tidak Berwujud

Selain aset fisik, ada juga agunan yang tidak memiliki bentuk nyata tetapi tetap memiliki nilai ekonomi dan pengakuan hukum, yaitu disebut agunan tidak berwujud. Contohnya seperti:

  • Surat berharga
  • Obligasi
  • Deposito berjangka
  • Hak kekayaan intelektual (merek dagang dan hak cipta)

Walaupun tidak bisa dilihat secara fisik, aset-aset ini tetap dapat dinilai dan digunakan sebagai jaminan karena memiliki nilai finansial yang jelas.

Salah satu contoh pinjaman dengan agunan adalah pembiayaan multiguna. Namun, setiap perusahaan pembiayaan multiguna memiliki syarat aset yang beragam sebagai agunan.

Misalnya, SMS Finance menawarkan produk pinjaman jaminan BPKB mobil dengan tenor fleksibel dan bunga rendah mulai dari 0,7% flat per bulan.

Butuh dana tambahan? Langsung ajukan saja pembiayaan Sobat dengan klik di sini!

 

Baca Juga: Jaminan BPKB Mobil: Ini Fungsi dan Manfaatnya untuk Pembiayaan!

 

Apa Perbedaan KTA dan Pinjaman dengan Agunan?

Meski sama-sama jenis pinjaman dana, Kredit Tanpa Agunan (KTA) dan pinjaman dengan agunan mempunyai sejumlah perbedaan mendasar.

Memahami perbedaan ini penting agar kita bisa memilih jenis pembiayaan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi finansial agar tidak kesulitan saat membayar angsuran. 

Lalu, apa sajakah perbedaannya?

1. Adanya Agunan atau Jaminan

Pinjaman tanpa agunan seperti KTA cocok jika kita tidak mempunyai aset berharga seperti rumah atau kendaraan karena seperti namanya, tak memerlukan jaminan.

Di sisi lain, pinjaman dengan agunan membutuhkan jaminan, seperti sertifikat rumah, BPKB mobil atau motor, emas, atau aset lainnya.

2. Besarnya Dana yang Bisa Diajukan

KTA menawarkan pinjaman dalam jumlah terbatas, biasanya berkisar sampai sekitar Rp200.000.000—Rp300.000.000, tergantung dari penghasilan tetap dan riwayat kredit peminjam.

Pinjaman dengan agunan memungkinkan pencairan dana yang lebih besar, bahkan bisa mencapai miliaran rupiah, tergantung dari nilai aset yang dijaminkan serta kebijakan dari perusahaan pembiayaan.

3. Suku Bunga

KTA mematok suku bunga lebih tinggi daripada pinjaman dengan agunan. Ini karena dalam KTA, perusahaan pembiayaan bank atau non-bank menghadapi risiko lebih tinggi karena tidak adanya jaminan yang dapat disita jika debitur gagal membayar angsuran.

Di sisi lain, pinjaman dengan agunan biasanya memiliki suku bunga yang lebih rendah karena adanya agunan memberikan rasa aman bagi pihak pemberi dana.

4. Tenor atau Jangka Waktu Pinjaman

Tenor pinjaman tanpa agunan seperti KTA biasanya lebih pendek, berkisar antara 1 sampai 5 tahun.

Pinjaman dengan agunan memiliki tenor yang lebih panjang, bisa mencapai 5 hingga 10 tahun atau lebih tergantung dari nilai dan jenis agunan.

5. Proses Pengajuan

KTA menawarkan proses yang lebih cepat dan praktis karena tidak ada proses penilaian pada aset atau agunan.

Sebaliknya, pinjaman dengan agunan cenderung memakan waktu lebih lama karena harus melalui proses appraisal (penilaian) terhadap aset yang dijaminkan.

6. Risiko Gagal Bayar

Pada KTA, jika peminjam gagal membayar angsuran akan menghadapi konsekuensi denda tinggi, bunga yang membengkak, masuk daftar hitam bank, bahkan bisa berujung ke gugatan perdata.

Pada pinjaman dengan agunan, risiko utama adalah penyitaan aset. Agunan akan diambil alih oleh pemberi pinjaman jika cicilan tidak dibayarkan sesuai kesepakatan.

Dengan mengetahui perbedaan-perbedaan ini, kita bisa lebih yakin dalam memilih jenis pinjaman yang paling sesuai.

Pinjaman tanpa agunan cocok untuk kebutuhan mendesak karena prosesnya cepat, sementara pinjaman dengan agunan lebih tepat untuk kebutuhan besar dengan perencanaan jangka panjang.

 

Baca Juga: Perhatikan 7 Hal Ini Sebelum Ajukan Pinjaman dengan agunan BPKB Mobil!

 

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengajukan Pembiayaan

1. Tujuan Pinjaman

Sebelum mengajukan pembiayaan, kita harus benar-benar tahu apa tujuannya.

Buat skala prioritas tentang hal apa saja yang akan digunakan dengan dana pinjaman tersebut. Misalnya, untuk modal usaha, biaya pendidikan, biaya pernikahan, atau liburan.

Fokuskan dana yang sudah didapat untuk kebutuhan tersebut. Jangan sampai karena tergiur oleh dana yang sudah cair, kita menggunakannya untuk hal lain dan akhirnya tujuan utama kita melakukan pinjaman tersebut malah tidak terpenuhi.

2. Jumlah Dana yang Dibutuhkan

Jika Sobat butuh dana antara Rp20.000.000–Rp50.000.000, pinjaman tanpa agunan mungkin sudah cukup.

Namun, jika kebutuhan kamu jauh lebih besar dari itu, seperti untuk membeli kendaraan, memperluas usaha, hingga biaya pendidikan, pinjaman dengan agunan lebih tepat.

3. Kemampuan Membayar

Hitung dengan cermat penghasilan dan kemampuan Sobat dalam membayar angsuran bulanan.

Pertimbangkan tenor, suku bunga, dan potensi pengeluaran lain agar pembiayaan kamu tidak mengganggu kondisi keuangan dan kebutuhan sehari-hari.

Untuk hal ini, hitung rasio utang pada pendapatan untuk menilai kemampuan kita dalam membayar utang. Rasio utang dihitiung dengan rumus berikut:

(Angsuran Setiap Bulan/Pendapatan Kotor Bulanan) x 100%

Contohnya, Sobat memiliki angsuran setiap bulannya sebesar Rp3.000.000 dan gaji bulanan yang didapat senilai Rp12.000.000. Perhitungannya sebagai berikut.

(Rp3.000.000/Rp12.000.000) x 100% = 25%

Itu artinya, Sobat memiliki rasio utang 25% pada pendapatan, yang dinilai masih baik dan ideal.

Rasio utang di antara 36%—48% masih bisa ditoleransi, meski dinilai kurang ideal. Ini tandanya Sobat harus mengatur utang dan pengeluaran lebih baik.

Jika rasio utang lebih dari 50%, Sobat dinilai kurang ideal dan kondisi keuanganmu butuh diperbaiki.

4. Kondisi dan Legalitas Aset

Jika memilih pinjaman dengan agunan, pastikan aset yang akan dijaminkan memiliki legalitas jelas dan sesuai syarat pemberi pinjaman.

Contohnya, untuk pembiayaan multiguna dengan jaminan BPKB mobil, usia kendaraan maksimal adalah 10 tahun.

5. Kecepatan Cairnya Dana

Jika Sobat butuh dana dalam waktu cepat, KTA adalah pilihan yang lebih realistis karena prosesnya lebih cepat dibandingkan pinjaman dengan agunan yang memerlukan penilaian aset terlebih dahulu.

 

FAQ - Pertanyaan Umum Terkait Pinjaman dengan Agunan Vs KTA

1. Pinjaman dengan agunan itu apa?

Pinjaman dengan agunan adalah jenis pembiayaan dana tunai yang menggunakan aset sebagai syarat untuk mendapatkan pinjaman tersebut, contohnya adalah pinjaman jaminan BPKB mobil.

2. Kemana cari pinjaman uang mendesak?

Untuk mendapatkan pinjaman uang mendesak, kamu bisa mengajukan pembiayaan dana tunai di SMS Finance dengan BPKB mobil sebagai jaminan. Prosesnya mudah, cepat, dan bunga rendah mulai dari 0,7% per bulan.

3. KTA itu singkatan dari apa?

KTA adalah singkatan dari Kredit Tanpa Agunan, yaitu jenis pembiayaan yang dapat diajukan peminjam tanpa perlu memberikan aset sebagai jaminan.

 

Baca Juga: Perhatikan 7 Hal Ini Sebelum Ajukan Pinjaman dengan agunan BPKB Mobil!

 

Sobat, memilih antara Kredit Tanpa Agunan (KTA) dan pinjaman dengan agunan tergantung pada kebutuhan, jumlah dana, dan kondisi finansial kamu sendiri.

Sebelum mengajukan pinjaman dana, pastikan kamu memahami risiko dan tanggung jawab yang akan kamu hadapi nantinya. Evaluasi kembali kebutuhan, aset yang dimiliki, dan kemampuan bayar agar pembiayaan tidak menjadi beban di kemudian hari.

Sedang butuh dana tambahan? Ajukan pinjaman dana tunai aja ke SMS Finance!

Untuk pembiayaan modal usaha, biaya pendidikan, renovasi rumah, sampai liburan? Bisa! Dengan jaminan BPKB mobil, kamu bisa mendapat dana untuk semua kebutuhan!

Yuk, segera wujudkan semua keinginanmu dengan klik di sini!

SMS Finance Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan