Login

Ide Usaha Kopitiam: Cara Memulai Bisnis Ngopi yang Cuan

18 Aug 2026

Seorang pria mengunjungi usaha kopitiam yang laris manis

Apa Inti Pembahasannya?

  • Ide usaha kopitiam adalah peluang bisnis kedai kopi bergaya klasik dengan sentuhan modern yang mengutamakan pengalaman nongkrong. Agar sukses, pilih lokasi strategis, buat konsep yang unik, sajikan menu berkarakter, dan ciptakan suasana yang membuat pelanggan betah.
  • Sebelum memulai ide usaha kopitiam, tentukan konsep yang sesuai target pasar, manfaatkan media sosial untuk promosi, kelola arus kas dengan baik, dan hindari sekadar meniru konsep kompetitor tanpa nilai pembeda.
  • Modal awal ide usaha kopitiam berkisar Rp80.000.000–Rp200.000.000, mencakup biaya sewa tempat, renovasi, peralatan kopi, bahan baku, operasional, hingga promosi.

    

Baca Juga: Mau Mulai Bisnis? Siapkan Dulu 5 Hal Ini!

 

Jika sebelumnya nongkrong identik dengan warung kopi di pinggir jalan, sekarang suasananya berubah: tempatnya lebih estetik, kopinya lebih beragam, dan suasananya dibuat senyaman mungkin.

Bahkan, saat ini nongkrong dan ngopi sudah jadi “ritual sosial” yang melekat di keseharian anak muda perkotaan.

Nah, tren ini mendorong lahirnya banyak bisnis F&B yang menjual bukan cuma rasa, tapi juga pengalaman.

Salah satunya tempat ngopi kopitiam yang punya nuansa klasik, makanan ringan khas Asia Tenggara, dan suasana yang ramah buat ngobrol lama-lama.

Tertarik memulai ide bisnis yang cuan satu ini? Yuk, scroll dulu untuk informasi selengkapnya!

 

Apa Itu Bisnis Kopitiam: Warisan Peranakan yang Jadi Tren

Istilah kopitiam berasal dari dua kata: kopi (bahasa Melayu) dan tiam (dialek Hokkien) yang berarti kedai. Jadi secara harafiah, kopitiam artinya “kedai kopi”.

Menurut berbagai sumber, model kedai seperti ini dibawa oleh imigran Tionghoa ke Semenanjung Malaya sejak awal abad ke-20.

Kopitiam in bukan cuma tempat minum kopi, tapi juga ruang sosial tempat orang ngobrol, membaca koran, bahkan berdiskusi bisnis.

Gaya inilah yang kemudian menyebar ke Singapura dan Indonesia. In pun sangat cocok dengan karakter masyarakat kita yang suka kumpul.

Di Indonesia sendiri, konsep kopitiam mulai populer lagi di era 2000-an, terutama setelah munculnya merek seperti Kopitiam Oey, karya mendiang Bondan Winarno. Sejak itu, kopitiam jadi wajah baru gaya nongkrong klasik tapi kekinian.    

 

Kenapa Kopitiam Bisa Laku di Tengah Persaingan Kedai Kopi?

Coba Sobat perhatikan, kenapa banyak kedai kopi modern bisa tumbuh, tapi tetap ada aja ruang buat kopitiam? Alasannya simpel: kopitiam menawarkan keotentikan dan kenyamanan.

Kopitiam bukan cuma jual minuman, tapi suasana. Ada roti kaya panggang, telur setengah matang, dan kopi kental manis yang rasanya bikin nostalgia.  

Daya tarik utama kopitiam ada pada “kenyamanan yang otentik”, tempatnya tak perlu terlalu mewah, tapi mempunyai vibe yang bikin orang betah. Selain itu, gaya nongkrong generasi muda sekarang juga lebih fleksibel.

Gen Z memadukan “kopi dan koneksi sosial” dalam satu aktivitas: nongkrong sambil kerja, belajar, atau sekedar curhat. Nah, kopitiam hadir dengan suasana santai tapi tetap punya karakter khas jadi tempat ideal buat itu.

 

Baca Juga: Update! 5 Tren Bisnis 2026 untuk UMKM Agar Tak Kalah Saing

 

Bagaimana Cara Memulai Usaha Kopitiam?

Kalau Sobat mulai kepikiran untuk terjun ke bisnis ini, berikut beberapa hal yang perlu dipersiapkan:

1. Pilih Lokasi Strategis

Sebaiknya cari area yang dekat dengan kampus, perkantoran, atau area yang punya komunitas nongkrong yang aktif

2. Rancang Konsep dan Interior

Disarankan desain kopitiam yang simpel, hangat, dan punya sentuhan klasik seperti kursi kayu dan ubin hitam putih. Tambah sedikit nuansa modern biar tetap relate sama anak muda

3. Buat Menu yang Berkarakter

Keseimbangan antara menu klasik (kopi susu, roti panggang) dan menu kekinian (kopi gula aren, minuman dingin yang ringan) sangat penting      agar jangkauan pelanggan lebih luas

4. Bangun Pengalaman Nongkrong

Pastikan tempatmu punya WiFi, lantunan musik, dan pelayanan yang ramah. Ini bukan sekedar soal kopi, tapi bagaimana kita menciptakan suasana yang bikin pelanggan mau balik lagi.

 

Do’s & Don’ts Buka Usaha Kopitiam

Sobat, ketika ingin membuka atau sedang menjalankan usaha kopitiam, berikut adalah hal-hal yang harus dilakukan atau harus dihindari:

Harus Dilakukan

Hindari

Fokus pada kenyamanan tempat. Nongkrong adalah inti dari bisnis ini, bukan sekedar minumannya

Hanya meniru konsep tanpa memahami target pasar

Bangun cerita dan karakter unik di balik merek kopitiam kita

Lupa hitung cash flow. Bisnis ngopi tetap butuh manajemen keuangan ketat

Gunakan media sosial, karena Gen Z suka berbagi tempat nongkrong mereka di Instagram dan TikTok

Mengabaikan pengalaman pelanggan, sekali mereka nggak nyaman, kecil kemungkinan mereka untuk balik lagi

 

Baca Juga: Apa Tren Makanan 2026? Ini 5 Ide Bisnisnya yang Paling Cuan!

 

Estimasi Modal & Rencana Keuangan Usaha Kopitiam

Nah, bagian ini yang paling sering bikin calon pengusaha mikir dua kali: modal.

Menurut berbagai sumber, modal awal untuk memulai usaha kopitiam bisa mulai dari Rp80.000.000 hingga Rp200.000.000 tergantung lokasi dan ukuran tempat.

Biayanya meliputi sewa tempat, renovasi interior, peralatan kopi, bahan baku, gaji karyawan, sampai promosi.

Berikut rincian per kebutuhan:

1. Sewa & Renovasi Tempat (Rp30.000.000 - Rp80.000.000)

  • Sewa tempat 6-12 bulan di lokasi strategis
  • Renovasi interior: cat, dekorasi, pencahayaan, dan furniture
  • Biaya instalasi listrik, air, dan koneksi internet

2. Peralatan Kopi & Dapur (Rp15.000.000 - Rp50.000.000)

  • Mesin kopi & grinder
  • Coffee brewer, french press, dan peralatan manual
  • Gelas, cangkir, sendok, dan peralatan servis

3. Peralatan dapur tambahan: kompor, kulkas, blender

  • Bahan Baku Awal (Rp5.000.000 - Rp15.000.000)
  • Kopi bubuk & biji kopi
  • Susu, gula, sirup, dan bahan tambahan lain
  • Snack atau makanan pendamping (jika dijual)

4. Gaji Karyawan & Operasional Awal (Rp15.000.000 - Rp40.000.000)

  • Gaji barista dan kasir 1-2 bulan pertama
  • Biaya listrik, air, gas, internet, dan kebersihan
  • Promosi & Marketing (Rp5.000.000 - Rp15.000.000)

5. Branding dan desain menu

  • Media sosial & iklan digital
  • Event soft opening atau promo awal

Estimasi Total Modal Awal: Rp80.000.000 - Rp200.000.000

 

Baca Juga: Kenapa Pinjaman Modal Usaha UMKM Penting? Ini Alasannya

 

Budaya nongkrong di Indonesia sudah berkembang jauh dari sekedar ngopi bareng teman. Sekarang, nongkrong adalah cara anak muda mengekspresikan diri, bersosialisasi, dan mencari ide.      

Dan di tengah tren itu, kopitiam muncul sebagai bentuk bisnis yang bukan cuma nostalgia, tapi juga relevan dan menjanjikan.

Dengan perencanaan yang matang, modal yang cukup, serta konsep yang kuat, Sobat bisa menjadikan hobi nongkrong menjadi ladang cuan yang nyata.

Karena sekarang, nongkrong bukan cuma tentang “di mana kita duduk” tapi bagaimana kita memanfaatkan momen itu jadi peluang bisnis.

Kalau Sobat ingin cepat mengembangkan usaha tapi modalnya masih terbatas, tenang karenaSMS Finance dapat membantu lewat pembiayaan modal usaha.      

Dengan produk ini, Sobat bisa menggunakan pinjaman untuk berbagai kebutuhan usaha. Dengan jaminan BPKB mobil, SMS Finance menyediakan:

  • Plafon pinjaman fleksibel, disesuaikan dengan jaminan BPKB mobil
  • Tenor hingga 48 bulan dengan bunga flat perbulan, sehingga cicilan lebih ringan dan mudah diprediksi
  • Fasilitas top up bagi Sobat yang sebelumnya juga pernah mengajukan pinjaman ke SMS Finance

Ayo, wujudkan rencana usaha kopitiammu hari ini. Ajukan pembiayaanmu sekarang dengan klik di sini!

SMS Finance Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan