Login

Cek Perbandingan Mobil Listrik VS Mobil Berbahan Bakar Bensin, Lebih Irit Mana Biayanya?

15 Nov 2023

Perbandingan mobil listrik dan bensin

Apa Inti Pembahasannya?

  • Dalam perbandingan mobil listrik vs mobil bensin, biaya energi mobil listrik bisa 60–80% lebih murah per kilometer, tapi itu belum menentukan mana yang benar-benar lebih hemat secara keseluruhan.
  • Perbandingan mobil listrik dan bensin tidak hanya soal bahan bakar, tapi juga waktu pengisian, ketersediaan infrastruktur, dan biaya perawatan jangka panjang.
  • Mobil listrik lebih cocok sebagai mobil kedua untuk mobilitas harian dalam kota dengan akses home charging, sementara mobil bensin tetap jadi pilihan lebih praktis untuk perjalanan jarak jauh lintas daerah dan kebutuhan nilai jual kembali yang stabil.

 

Wajib Tahu: 8 Jenis Mobil dan Keunggulannya Bagi Pembeli Pemula

 

Perbandingan mobil listrik dan mobil bensin tidak cukup dilihat dari harga beli atau biaya pengisian energi-nya saja.

Mobil listrik umumnya menawarkan biaya energi per kilometer yang lebih rendah dan perawatan rutin yang lebih sederhana. Namun, kita juga perlu mempertimbangkan biaya penggantian baterai, akses ke pengisian daya, nilai jual Kembali, dan tentunya pajak.

Bagi Sobat yang sedang mempertimbangkan mobil listrik atau mobil bensin, memahami semua perbandingan ini membantu dalam menentukan kendaraan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan.

Mari simak perbandingan mobil listrik vs mobil bensin berikut ini!

 

Apa Saja Perbedaan Mobil Listrik dan Mobil Bensin?

Mobil listrik dan mobil bensin menggunakan sumber energi, sistem penggerak, dan kebutuhan perawatan yang berbeda. Perbedaan ini pastinya memengaruhi pengeluaran.

Berikut beberapa aspek yang perlu kita perhatikan dalam perbandingan mobil listrik dan bensin.

1. Biaya Pengisian Listrik vs Bensin per Kilometer

Untuk tahu hasil akhirnya, kita harus hitung biaya berdasarkan rupiah per kilometer, bukan sekadar berapa biaya sekali mengisi baterai atau satu tangki bensin.

Apalagi, menurut pengamat otomotif, untuk penggunaaan harian biaya pengisian daya mobil listrik di rumah jauh lebih rendah daripada di SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum).

Biaya energi per kilometer pada mobil listrik bisa 60–80% lebih rendah dibanding mobil bensin di kelas yang setara.

Meski begitu, besarnya penghematan ini tetap bergantung pada tarif listrik, harga BBM yang berlaku, dan tingkat efisiensi masing-masing kendaraan, jadi angkanya bisa sedikit berbeda tergantung kondisi di lapangan.

Agar lebih jelas, mari kita hitung simulasinya.

Sebagai ilustrasi, anggap mobil listrik memiliki efisiensi rata-rata 7 km/kWh dan menggunakan tarif listrik rumah sekitar Rp1.700 per kWh. Perkiraan biaya energinya adalah:

  • Biaya listrik per kilometer: Rp1.700 ÷ 7 km = ±Rp243 per kilometer.

Artinya, untuk perjalanan 100 kilometer, kebutuhan energinya kira-kira:

  • Biaya listrik untuk 100 kilometer ±Rp24.300.

Sementara itu, mobil bensin dengan konsumsi 12 km/liter dan harga Pertamax Rp15.950 per liter membutuhkan biaya:

  • Biaya bensin per kilometer: Rp15.950 ÷ 12 km = ±Rp1.329 per kilometer.
  • Biaya bensin untuk 100 kilometer ±Rp132.900.

Dari simulasi tersebut, biaya energi mobil listrik terlihat lebih rendah. Namun, hasil sebenarnya bergantung pada efisiensi kendaraan, tarif listrik, harga BBM, dan tempat pengisian daya.

2. Efisiensi Bahan Bakar vs Tenaga Listrik

Perbedaan mendasar antara mobil listrik dan mobil bensin tentunya terletak pada sumber penggeraknya.

Mobil listrik mengandalkan baterai yang bisa diisi ulang, jadi mobil sama sekali tidak membutuhkan bahan bakar fosil untuk menggerakkan mesinnya.

Sementara itu, mobil bensin tetap bergantung penuh pada bahan bakar fosil, yang harganya cenderung terus naik dan ketersediaannya kian terbatas seiring waktu.

Kalau dilihat dari simulasi jarak 100 kilometer, konsumsi energi mobil listrik diperkirakan hanya sekitar Rp30.000—Rp50.000, jauh di bawah mobil bensin yang butuh sekitar Rp90.000—Rp120.000 untuk jarak yang sama.

Inilah salah satu alasan biaya operasional mobil listrik bisa lebih rendah. Namun, jangan langsung menyimpulkan kalau setiap mobil listrik pasti selalu lebih murah.

Harga beli awal, jenis kendaraan, kapasitas baterai, biaya charging publik, dan lama kepemilikan juga perlu diperhitungkan.

3. Waktu Pengisian Baterai vs Isi BBM

Mobil bensin lebih cepat diisi karena proses pengisian di SPBU hanya butuh beberapa menit.

Di sisi lain, pada mobil listrik waktu pengisian dayanya dapat berlangsung lebih lama dan dipengaruhi kapasitas baterai, daya pengisi, serta kondisi baterai.

Sebagai gambaran, waktu pengisian dapat berbeda menurut jenis kendaraan dan fasilitas yang digunakan:

Ilustrasi kategori

Kapasitas baterai

Pengisian di rumah

Pengisian di SPKLU

Hatchback

40 kWh

8–12 jam

30–60 menit

SUV

60 kWh

10–15 jam

45–90 menit

Sedan

75 kWh

12–18 jam

60–120 menit

Angka di atas adalah ilustrasi, bukan standar untuk semua model. Waktu aktual dapat berubah sesuai daya listrik rumah, kemampuan AC atau DC charging kendaraan, kondisi baterai, dan tingkat pengisian yang dituju.

4. Ketersediaan SPKLU vs SPBU di Indonesia

SPBU masih mempunyai keunggulan besar dari sisi persebaran jaringan. SPBU sudah tersedia luas di kota besar, kota kecil, sampai berbagai jalur antardaerah.

Di sisi lain, jaringan SPKLU memang belum seluas SPBU, tetapi pertumbuhannya cukup cepat.

Per September 2026, jumlah SPKLU di Indonesia sudah mencapai 5.081 unit di 3.180 lokasi di seluruh Indonesia. Jumlah ini bisa terus bertambah, tapi persebarannya belum tentu merata.

Untuk pengguna yang tinggal di kota besar dan bisa melakukan home charging, jumlah SPKLU yang terbatas ini mungkin tidak terlalu terasa.

Sebaliknya, bagi seseorang yang sering melakukan perjalanan lintas provinsi atau masuk ke daerah dengan jaringan charging terbatas, mobil bensin masih memberikan kemudahan.

Oleh karena itu, sebelum membeli EV, cek rute yang paling sering digunakan

5. Biaya Perawatan Mobil Listrik vs Mobil Bensin

Umumnya, mobil listrik tidak perlu banyak perawatan karena komponen yang bergerak lebih sedikit daripada mobil bensin.

Sistem remnya juga lebih lambat aus karena adanya regenerative braking, yaitu sistem rem yang mengubah energi saat mobil melambat menjadi listrik, lalu menyimpannya kembali ke baterai.

Namun, bukan berarti mobil listrik bebas servis. Pemilik tetap perlu memperhatikan hal-hal berikut:

  • ban
  • rem
  • suspensi
  • cairan pendingin pada sistem tertentu
  • AC
  • sistem kelistrikan
  • baterai tegangan tinggi
  • charging port

Selain itu, jika kendaraan sudah tidak bergaransi dan terjadi kerusakan pada baterai atau komponen elektronik utama, biaya perbaikannya dapat cukup besar.

Jadi, biaya servis rutin mobil listrik dapat lebih rendah, tetapi potensi biaya perbaikan besar tetap perlu diperhitungkan.

6. Insentif Pajak Mobil Listrik Vs Mobil Bensin

Dari sisi pajak, pemerintah memang memberikan sejumlah insentif khusus untuk mobil listrik agar mendorong penggunaannya di Indonesia.

Namun, kebijakannya terus mengalami penyesuaian dari tahun ke tahun. Selain itu, besaran pajak dan insentif perlu dilihat berdasarkan jenis pajaknya serta regulasi yang berlaku di tingkat pusat dan daerah.

Berikut rangkumannya:

a. Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)

Mobil listrik berbasis baterai (BEV) mendapat insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang lebih ringan dibanding mobil bensin.

Berdasarkan PP Nomor 74 Tahun 2021, mobil listrik berbasis baterai (BEV) dikenai tarif PPnBM 15%, tapi dengan Dasar Pengenaan Pajak (DPP) sebesar 0% dari harga jual. Dengan DPP tersebut, PPnBM yang terutang menjadi Rp0 sesuai ketentuan yang berlaku.

b. PPN DTP

PPN DTP ini merupakan insentif terbaru yang mulai pada pertengahan 2026.

Besarannya dibedakan berdasarkan jenis baterai, yaitu mobil listrik berbasis baterai nikel (NMC) mendapat PPN DTP hingga 100%, sedangkan baterai non-nikel seperti LFP mendapat 40%.

Insentif ini berlaku untuk kuota terbatas, yakni 100.000 unit mobil listrik secara nasional.

c. PKB dan BBNKB di Level Daerah

Kebijakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk kendaraan listrik mengalami perubahan regulasi pada 2026.

Pada 2026, memang ada perubahan aturan melalui Permendagri Nomor 11 Tahun 2026. Namun, pemerintah pusat tetap mendorong pemerintah daerah untuk memberikan insentif berupa pembebasan atau keringanan PKB dan BBNKB bagi kendaraan listrik berbasis baterai. Karena itu, perlakuannya bisa berbeda antara satu provinsi dan provinsi lainnya.

Jadi, kalau Sobat sedang menghitung biaya punya mobil listrik, jangan langsung menganggap pajaknya sama di semua daerah.

Secara umum, mobil listrik masih memiliki keuntungan pajak dibanding mobil bensin, terutama dari sisi PPnBM dan beberapa insentif daerah.

Namun, karena aturan pajak kendaraan listrik masih terus berkembang, Sobat tetap disarankan mengecek informasi terbaru melalui Samsat atau situs resmi pemerintah daerah sebelum membeli.

7. Nilai Jual Kembali (Depresiasi) Mobil Listrik vs Mobil Bensin

Biaya listrik mungkin jauh lebih murah, tetapi tetap aset kendaraan yang mengalami depresiasi. Apalagi, pasar mobil listrik bekas masih lebih muda dibandingkan pasar mobil bensin.

Harga mobil listrik bekas dapat dipengaruhi oleh:

  • kondisi baterai
  • State of Health atau SOH
  • usia kendaraan
  • sisa garansi baterai
  • perkembangan teknologi EV baru
  • harga mobil listrik baru
  • ketersediaan suku cadang
  • persepsi konsumen terhadap baterai bekas

Jika produsen meluncurkan mobil listrik baru dengan baterai lebih besar dan harga yang lebih murah, nilai model generasi sebelumnya bisa ikut terpengaruh.

Sementara itu, mobil bensin tertentu (terutama model dengan basis konsumen besar) telah mempunyai pasar kendaraan bekas yang jauh lebih matang.

Namun, model, merek, kondisi kendaraan, reputasi, usia, dan kondisi pasar sangat menentukan nilai jual kembali.

Bagi pembeli mobil listrik bekas, depresiasi yang lebih tajam justru bisa menjadi keuntungan karena harga masuknya menjadi lebih rendah.

Sebaliknya, pemilik pertama yang membeli mobil listrik baru perlu memasukkan potensi depresiasi tersebut dalam perhitungan kepemilikan.

 

Baca Juga: Mobil Bekas Lebih Disukai dari Mobil Baru? Ini Alasannya

 

Mobil Listrik Vs Mobil Bensin, Mana yang Lebih Hemat?

Setelah melihat semua perbandingan mobil listrik dan bensin di atas, jawaban "mana yang lebih hemat" sebenarnya sangat tergantung pada profil penggunaan masing-masing orang. Nggak ada jawaban tunggal yang berlaku buat semua orang.

Namun, coba kita hitung dulu dengan simulasi sederhana. Misalnya, Sobat berkendara 1.500 km setiap bulan.

Untuk mobil listrik dengan biaya energi Rp243 per km, artinya pengeluaran untuk cas listrik:

  • 1.500 × Rp243 = Rp364.500 per bulan

Dalam satu tahun:

  • Rp364.500 × 12 = Rp4.374.000

Sekarang mobil bensin dengan biaya Rp1.329 per km:

  • 1.500 × Rp1.329 = Rp1.993.500 per bulan

Dalam satu tahun:

  • Rp1.993.500 × 12 = Rp23.922.000

Artinya, selisih biaya energinya bisa mencapai sekitar Rp19.500.000 per tahun.

Angkanya terlihat besar, tapi itu belum selesai. Kita masih perlu memasukkan perbedaan harga beli kendaraan.

Misalnya, mobil listrik yang dipilih lebih mahal Rp80.000.000 dibandingkan mobil bensin dengan kelas dan fitur yang dianggap sebanding.

Jika selisih biaya energi sekitar Rp19,5 juta per tahun, secara sangat sederhana dibutuhkan sekitar empat tahun untuk “menutup” selisih harga tersebut melalui penghematan energi.

Dalam perhitungan nyata kita juga harus menambah biaya-biaya berikut:

  • biaya servis
  • pajak
  • asuransi
  • depresiasi
  • biaya home charger
  • biaya bunga jika membeli secara kredit
  • harga energi di masa depan

Inilah alasan bahwa pertanyaan “mobil listrik vs mobil bensin mana yang lebih hemat” tidak mempunyai satu jawaban untuk semua orang.

Akhirnya, ini tergantung pada kebutuhan masing-masing individu.

Mobil listrik lebih cocok untuk kamu yang:

  • Sedang mencari mobil kedua (second car) khusus untuk aktivitas sehari-hari di dalam kota yang padat dan jarak tempuh relatif pendek.
  • Rumah sudah punya daya listrik untuk kebutuhan home charging.
  • Tidak terlalu khawatir soal nilai jual kembali dalam waktu dekat.

Mobil bensin lebih cocok untukmu kalau:

  • Ini satu-satunya mobil (first car) yang kamu andalkan sehari-hari
  • Sering bepergian jarak jauh lintas kota atau provinsi
  • Mengutamakan nilai jual kembali yang stabil
  • Mencari kepraktisan penuh tanpa perlu mikir panjang soal lokasi pengisian daya saat sedang di perjalanan jauh

Jadi, bisa disimpulkan mobil listrik memang pilihan yang lebih ekonomis untuk kebutuhan sehari-hari, terutama soal biaya energi dan perawatan rutin.

Namun, kita tetap perlu mempertimbangkan seluruh biaya kepemilikan. Bukan hanya membandingkan harga listrik dan BBM, tapi juga harga beli awal, insentif pajak yang berlaku di daerah, sampai proyeksi nilai jual kembali di masa depan.

 

FAQ — Pertanyaan Umum Terkait Mobil Listrik Vs Mobil Bensin

1. Apakah mobil listrik lebih hemat dari mobil bensin?

Ya, biaya energi mobil listrik bisa 60–80% lebih murah per kilometer daripada mobil bensin, tapi secara keseluruhan belum bisa menentukan mana yang benar-benar lebih hemat.

2. Berapa biaya per km mobil listrik?

Biaya pengisian daya mobil di Indonesia sekitar Rp250 per kilometer untuk pengisian di rumah atau home charging, jauh lebih murah daripada mobil bensin yang mencapai Rp1.000 per kilometer.  

3. Lebih mahal pajak mobil listrik atau bensin?

Pajak tahunan mobil listrik lebih murah daripada mobil bensin karena pemerintah memberikan sejumlah insentif khusus untuk kendaraan listrik. Namun, kebijakannya terus mengalami penyesuaian dari tahun ke tahun dan besaran pajak serta insentifnya perlu dilihat berdasarkan jenis pajaknya serta regulasi yang berlaku di tingkat pusat dan daerah.

 

Baca Juga: Proses Kredit Mobil Bekas: Panduan Lengkap dari Proses Pengajuan sampai Persetujuan

 

Apa pun pilihan Sobat nanti, baik mobil atau maupun mobil listrik bekas, sesuaikan dengan kebutuhan dan tentunya kemampuan finansial.

Dana belum cukup untuk bayar full di awal? SMS Finance hadir dengan pembiayaan mobil bekas yang mudah dan cepat!

Yuk, segera dapatkan mobil impianmu sekarang dengan klik di sini!

SMS Finance Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan