Login

Tren Bisnis Tahun Ini: Strategi Jitu yang Wajib Diketahui Pelaku Usaha

26 Jan 2026

Tren bisnis saat ini yang wajib diketahui pelaku UMKM

Apa Inti Pembahasannya?

  • Dalam tren bisnis saat ini, AI, otomatisasi, dan data menjadi alat penting untuk efisiensi dan skalabilitas. Namun, keberhasilan bisnis tetap bergantung pada strategi, pemahaman pasar, dan peran manusia di dalamnya.
  • Kepercayaan menjadi aset utama dalam tren bisnis 2026. Konsumen lebih memilih bisnis yang autentik, mulai dari komitmen keberlanjutan (ESG), produk lokal, pengalaman pelanggan yang personal, hingga kolaborasi dengan nano dan micro-influencer yang jujur dan relevan.
  • UMKM yang bertahan menghadapi tren bisnis 2026 adalah mereka yang benar‑benar punya fondasi kuat. Mulai dari kesiapan finansial hingga pemanfaatan social commerce seperti TikTok Shop menjadi faktor penting untuk tumbuh di tengah persaingan yang semakin ketat.

 

Wajib Tahu: 8 Manfaat AI untuk UMKM, Inovasi Produk hingga Hemat Biaya

 

Tahun 2026 membawa peluang sekaligus tantangan baru bagi kita sebagai pelaku usaha, termasuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).

Kita harus tumbuh dan beradaptasi seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen agar bisnis bisa tetap relevan dan mampu bersaing di pasaran.

Meskipun begitu, masih ada banyak cara bagi pelaku UMKM untuk tetap sukses dan berkembang.

Di sinilah kita akan membahas bersama apa saja tren bisnis saat ini yang harus dipersiapkan agar mampu bersaing di pasaran yang semakin ramai dan ketat. Yuk, kita simak bersama!

 

Apa Saja Tren Bisnis 2026?

1. AI Semakin Digunakan dalam Keseharian Bisnis

Seperti tahun sebelumnya, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) masih menjadi salah satu tren bisnis paling dominan, bahkan semakin menguat di tahun 2026.

Namun, perbedaannya jelas. AI bukan lagi sekadar tren, melainkan sudah digunakan secara nyata untuk operasional bisnis, pemasaran, dan pengalaman pelanggan.

AI sudah mengubah cara bisnis dijalankan. Di tahun 2026 pun, AI digunakan bukan hanya oleh perusahaan besar, tetapi juga usaha kecil seperti UMKM.

Ini menunjukkan dengan penggunaan AI di Indonesia yang tumbuh signifikan sekitar 47% per tahun pada 2024, bahkan mencapai 18 juta pelaku usaha!

Penerapan AI pada bisnis mencakup:

  • Customer service dengan chatbot
  • Manajemen inventori dan stok berbasis data
  • Analisis penjualan dan perilaku konsumen
  • Otomatisasi tugas berulang seperti penjadwalan dan pengelolaan keuangan

Integrasi AI dalam tren bisnis 2026 memberikan berbagai manfaat nyata, seperti menurunkan biaya operasional, meningkatkan efisiensi dan akurasi, hingga solusi scalable untuk pertumbuhan bisnis

Namun, Sobat perlu ingat. AI memang membantu dalam efektivitas dan menurunkan biaya eksperimen, tetapi tidak menghapus pentingnya pemahaman pasar, budaya, dan hubungan manusia.

Itu artinya, pelaku usaha yang sukses adalah mereka yang menggunakan AI sebagai alat, bukan sebagai pengganti strategi.

2. Produk Lokal, Keberlanjutan, dan ESG Semakin Diminati

Keberlanjutan menjadi salah satu fondasi utama dalam tren bisnis tahun ini.

Pasalnya, bisnis tidak lagi hanya dinilai dari kualitas dan harga dari produk atau jasa yang dijual. Namun, juga dari dampak jangka panjangnya terhadap lingkungan, masyarakat, dan tata kelola usaha.

Dalam konteks inilah, Environmental, Social, and Governance (ESG) bukan lagi isu opsional. Ini menjadi faktor penting dalam membangun reputasi dan kepercayaan bisnis.

Termasuk ke dalam tren bisnis 2026, semakin banyak pelaku usaha yang sadar bahwa penerapan ESG ini akan memberikan dampak langsung pada efisiensi, kepercayaan, dan reputasi.

Konsumen saat ini pun lebih kritis. Mereka ingin tahu dari mana asal produk, bagaimana proses produksinya, dan apakah bisnis tersebut memerhatikan lingkungan serta masyarakat sekitar.

Tren bisnis ini meningkatkan minat pada hal-hal berikut.

  • Produk berbasis bahan lokal: pembeli memilih produk yang menggunakan bahan baku dari daerah sekitar. Ini mendukung pengusaha lokal lainnya dan membuat biaya logistik lebih efisien.
  • Rantai pasok yang etis: pembeli memilih produk atau merek yang memperlakukan pekerjanya secara adil dan bertanggung jawab. 
  • Model ekonomi sirkular: Bisnis tidak lagi hanya menciptakan produk yang akan dibuang. Bahan dan produknya akan dimanfaatkan selama mungkin, seperti melalui daur ulang, penggunaan ulang, hingga pengolahan limbah yang memiliki nilai jual kembali.
  • Operasional yang lebih ramah lingkungan: Selain upaya ramah lingkungan pada produk, ini juga berlaku pada sistem operasionalnya. Seperti dengan mengurangi limbah hingga memilih kemasan yang lebih aman bagi lingkungan.

Biasanya, konsumen lebih percaya pada bisnis yang mampu menunjukkan komitmen keberlanjutan yang nyata, bukan sekadar "cuap-cuap" atau klaim tanpa bukti.

Integrasi ESG juga terbukti membantu meningkatkan loyalitas pelanggan, mengurangi risiko operasional, dan membuka peluang akses modal yang lebih luas.

Sebagai pelaku UMKM, kita bisa mengawalinya dengan langkah-langkah kecil seperti audit sederhana, target keberlanjutan yang realistis, dan komunikasi yang jujur.

Ini sudah menjadi awal yang kuat untuk menyelaraskan usaha dengan tren bisnis saat ini. Bisnis pun akan lebih siap menghadapi tantangan bisnis di masa depan.

3. Personalisasi Pengalaman Pelanggan dan Kembalinya Sentuhan Manusia

Personalisasi menjadi standar dasar dalam pengalaman pelanggan atau customer experience.

Dalam pasar yang semakin kompetitif, customer experience menjadi pembeda utama antar bisnis. Dengan interaksi digital yang semakin intens, bisnis kini mampu memahami pola dan preferensi pelanggan secara lebih akurat.

Sebagai pelaku usaha, kita bisa menggunakan data dan analitik untuk menyesuaikan penawaran, komunikasi, dan layanan.

Tren bisnis 2026 ini pun menunjukkan pergeseran fokus, yaitu dari sekadar kecepatan dan efisiensi menuju koneksi manusia yang autentik.

Seiring otomatisasi dan balasan otomatis dengan chatbot yang semakin marak digunakan, konsumen semakin menghargai interaksi yang terasa personal dan empatik.

Bahkan, 86% konsumen menilai empati dan koneksi manusia lebih penting dibandingkan respon cepat. Artinya, teknologi tanpa kualitas interaksi manusia justru dapat merusak kepercayaan.

Strategi yang dapat diterapkan pelaku UMKM antara lain:

  • Personalisasi komunikasi berbasis data pelanggan
  • Memastikan pelanggan mudah menghubungi bisnis melalui berbagai kanal
  • Mengumpulkan dan menganalisis feedback konsumen secara rutin

Pengalaman pelanggan yang kuat mendorong loyalitas, pembelian berulang, dan rekomendasi dari mulut ke mulut, yang merupakan aset paling berharga bagi UMKM.

4. Pertumbuhan TikTok Shop

Di antara semua tren bisnis saat ini, social commerce mungkin yang paling terasa langsung dampaknya bagi pelaku UMKM.

Di tahun 2026, TikTok Shop berada di posisi yang sangat dominan. Bukan karena teknologinya paling canggih, tetapi karena cara kerjanya selaras dengan kebiasaan belanja masyarakat.

Faktanya, TikTok Shop menjadi pemain utama dalam social commerce di Indonesia dengan GMV (Gross Merchandise Value) sebesar US$ 6,198 miliar (sekitar Rp104 triliun). Ini menjadikan Indonesia sebagai pasar terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat!

Keunggulan TikTok Shop terletak pada kesederhanaannya. Pelaku UMKM tidak perlu mengeluarkan anggaran iklan besar atau tim media sosial yang rumit.

Yang dibutuhkan justru sangat mendasar, yaitu produk yang bisa dilihat, dipahami, dan diinginkan pembeli. Di sinilah peran konten dan storytelling sederhana menjadi krusial.

Yang dibutuhkan dalam menggunakan TikTok Shop ini adalah:

  • Produk yang mudah ditampilkan dan menarik
  • Strategi SKU yang fokus
  • Ide konten yang relevan

Salah satu kunci keberhasilan terbesar TikTok Shop adalah fitur live shopping.

Fitur ini mengubah pola belanja dari pasif menjadi interaktif. Konsumen bisa melihat produk secara real-time, bertanya langsung, melihat demonstrasi, dan merasakan kehadiran penjual meskipun secara virtual.

Kepercayaan terbentuk jauh lebih cepat dibandingkan katalog statis. Lalu, bagaimana cara kita menerapkannya sebagai pelaku usaha?

Sobat bisa melakukan uji coba terarah. Ambil satu produk unggulan, susun strategi SKU yang rapi, lalu jalankan tes singkat selama satu minggu dan evaluasi respons pasar.

5. Kolaborasi Nano dan Micro-Influencer yang Lebih Autentik

Tahun 2026 diprediksi semakin memperkuat tren kolaborasi dengan nano dan micro-influencer.

Banyak brand mulai meninggalkan endorsement selebritas dan beralih ke influencer dengan audiens lebih kecil namun sangat terlibat.

Hal ini diawali dengan kesadaran brand bahwa audiens besar tidak selalu berarti dampak besar. Dari sinilah tren kolaborasi dengan nano dan micro-influencer semakin menguat.

Nano influencer memiliki 1000—10.000 pengikut, sedangkan micro influencer mempunyai sekitar 10.000—100.000. Keduanya mencatat tingkat engagement tertinggi di antara kategori influencer lainnya.

Komunitas mereka lebih erat dan kontennya dianggap lebih jujur serta relevan. Mereka pun biasanya bergerak di niche yang sangat spesifik, seperti lokal, hobi tertentu, atau kebutuhan sehari-hari.

Inilah yang membuat mereka sangat relevan bagi UMKM. Rekomendasinya terasa seperti saran dari teman, bukan iklan.

Keunggulan utama:

  • Biaya lebih terjangkau
  • Audiens niche dan lokal
  • Lebih fleksibel dalam kerja sama
  • Tingkat kepercayaan tinggi

Di tengah banjir konten dan promosi, konsumen semakin peka terhadap mana yang tulus dan mana yang dibuat-buat.

Di sinilah nano dan micro-influencer memainkan peran penting mereka, yaitu menyampaikan pesan brand dengan natural tanpa terasa seperti menjual.

 

Baca Juga: 7 Aplikasi AI Gratis yang Bikin UMKM Naik Level!

 

Apa Saja Tips Berbisnis Tahun 2026?

1. Lakukan Audit Menyeluruh

Sebelum menerapkan strategi baru, pelaku usaha perlu tahu kondisi bisnisnya sendiri. Inilah mengapa audit bisnis harus dilakukan.

Audit membantu kita dalam memahami kondisi aktual usaha. Kita melihatnya berdasarkan data, bukan sekadar asumsi.

Area utama yang perlu ditinjau:

  • Kinerja keuangan (laporan laba rugi, neraca, arus kas)
  • Efisiensi operasional dan hambatan proses
  • Seluruh proses penjualan, dari lead, konversi, follow-up, closing, hingga onboarding
  • Pengalaman dan kepuasan pelanggan

Banyak bisnis mandek bukan karena kurang ide, tapi karena tidak pernah benar-benar melihat angkanya secara konsisten.

2. Perkuat Manajemen Arus Kas dan Kesiapan Finansial

Manajemen arus kas adalah fondasi, faktor penentu kelangsungan bisnis. Tanpa hal ini, strategi apa pun akan rapuh.

Berikut hal-hal yang perlu dilakukan:

  • Menyusun proyeksi arus kas
  • Memantau piutang secara aktif
  • Mengendalikan dan mengevaluasi pengeluaran rutin

Dalam konteks pembiayaan, pelaku usaha juga perlu memahami pentingnya pembiayaan modal usaha agar bisnis terus berjalan. Pastinya, pilih opsi yang aman dan fleksibel, seperti SMS Finance.

Sobat dapat mengajukan pinjaman dana tunai dengan jaminan BPKB mobil untuk segala kebutuhan, termasuk modal usaha.

Yuk, bikin bisnismu maju terus dengan klik di sini!

3. Feedback Pelanggan Adalah Peta Jalan

Tidak ada yang suka kritik, tapi bisnis yang bertahan adalah yang mau mendengarkan.

Faktanya, 83% pelanggan merasa lebih loyal pada brand yang merespons dan menyelesaikan keluhan mereka.

Kebiasaan penting yang perlu dibangun:

  • Menanggapi ulasan dengan cepat dan sopan
  • Berterima kasih kejujuran pelanggan
  • Memperbaiki masalah yang berulang
  • Menghargai feedback positif

Reputasi adalah aset jangka panjang yang nilainya terus bertumbuh.

Jadikan ulasan positif sebagai motivasi, tapi jangan anggap ulasan negatif sebagai ancaman, melainkan sinyal peringatan dini.

4. Siapkan Rencana untuk Kondisi Darurat

Kebanyakan pelaku usaha tidak mempunyai rencana risiko. Bukan karena tidak peduli, tapi karena merasa tidak sempat.

Padahal, perencanaan sederhana bisa menyelamatkan banyak hal di berbagai situasi tidak terduga.

Untuk mengawali bagian ini, tanyakan hal-hal berikut pada diri Sobat sendiri:

  • Bagaimana jika pemasok utama berhenti?
  • Apa rencana jika pegawai tidak bisa bekerja sementara?
  • Apakah bisnis terlalu bergantung pada satu pelanggan?
  • Apakah sistem dan tools penting memiliki cadangan?

Jawaban-jawaban ini membantu kita lebih siap menghadapi kejadian tak terduga dalam bisnis. Ini akan memberikan kita perlindungan sekaligus ketenangan.

5. Berbisnis Karena Tujuan dan Makna

Bisnis yang hanya mengejar keuntungan cenderung mudah lelah. Sebaliknya, bisnis yang punya tujuan biasanya lebih tahan banting.

Banyak perusahaan besar bertumbuh karena memiliki misi dan tujuan jelas yang mampu mendorong inovasi dan loyalitas. Bagi UMKM, tujuan ini bisa berupa kontribusi sosial, pemberdayaan lokal, atau menciptakan pengalaman bermakna bagi pelanggan.

Ketika tantangan datang, tujuan inilah yang menjaga konsistensi dan motivasi jangka panjang.

 

FAQ — Pertanyaan Umum Terkait Tren Bisnis Tahun 2026

1. Apa contoh tren bisnis terbaru di Indonesia?

  • AI semakin digunakan dalam bisnis
  • Produk lokal, keberlanjutan, dan ESG semakin disukai
  • Pengalaman pelanggan atau customer experience yang dipersonalisasi
  • Tumbuhnya pengguna TikTok Shop
  • Kolaborasi dengan nano dan micro-influencer

2. Apa saja bisnis yang cocok untuk pemula?

  • Kuliner
  • Jasa titip (jastip)
  • Kerajinan tangan
  • Budidaya tanaman hias
  • Fashion
  • Jasa setrika dan laundry
  • Makeup Artist (MUA)

3. Apa jenis usaha yang tidak ada matinya?

Beberapa jenis usaha yang tidak ada matinya antara lain kuliner, kerajinan tangan, budidaya tanaman hias, fashion, jasa setrika dan laundry.

 

Baca Juga: 6 Jenis Pembiayaan Modal Usaha UMKM, Pilih yang Sesuai!

 

Tren bisnis 2026 menuntut pelaku usaha, termasuk UMKM, untuk lebih adaptif, strategis, dan berorientasi jangka panjang.

Teknologi seperti AI hingga social commerce membuka peluang besar, tetapi tetap harus diimbangi dengan sentuhan manusia, tujuan bisnis yang jelas serta pengelolaan keuangan yang sehat.

Salah satu strategi untuk pengelolaan keuangan bisnis yang lancar tanpa hambatan adalah mengajukan pinjaman dana tunai ke SMS Finance.

Produk SMS Finance ini siap memenuhi setiap kebutuhan kamu dengan jaminan BPKB mobil. Mau upgrade kemasan sampai peralatan bisnis? Semua bisa!

Ajukan sekarang juga! Proses mudah dan cepat. Tenor pun fleksibel dan bunga rendah mulai dari 0,7% flat per bulan!

Ayo bikin bisnismu naik level dengan klik di sini!

SMS Finance Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan