Login

Insomnia pada Pengusaha: Gejala dan Solusinya Agar Bisnis Lebih Sukses

20 Feb 2025

Mengelola insomnia bagi pelaku UMKM

Apa Inti Pembahasannya?

  • Insomnia adalah risiko nyata bagi pengusaha. Tekanan bisnis, stres berkepanjangan, dan pola kerja tidak seimbang membuat pengusaha, termasuk pelaku UMKM, sangat rentan mengalami insomnia, yang akhirnya akan berdampak langsung pada kesehatan, fokus, dan produktivitas bisnis.
  • Sejumlah studi menunjukkan gangguan tidur sementara dapat mendorong kreativitas dan keberanian mengambil keputusan, termasuk dalam membangun usaha. Namun, insomnia yang berkepanjangan justru menurunkan kinerja, kualitas kepemimpinan, dan meningkatkan risiko penyakit serius.
  • Keseimbangan kerja dan istirahat adalah solusi utama. Insomnia bukan tanda dedikasi, melainkan sinyal tubuh yang perlu ditangani melalui pola tidur teratur, manajemen stres, gaya hidup sehat, dan lingkungan tidur yang baik agar bisnis dapat tumbuh secara berkelanjutan.

 

Wajib Tahu: Bukan Mitos! Ini Manfaat Liburan yang Terbukti Secara Ilmiah

 

Mengelola bisnis seperti UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) bukan hal mudah. Ini dapat berpengaruh pada kondisi kesehatan fisik maupun mental kita, misalnya sampai mengalami insomnia.

Insomnia adalah gangguan saat kita tidur tidak nyenyak atau kesulitan tidur. Gangguan ini tak hanya berdampak pada kualitas hidup, tetapi juga pada kinerja dan produktivitas bisnis.

Ternyata, ini juga dialami oleh pengusaha ternama Elon Mosk, pendiri dari kendaraan listrik Tesla, SpaceX, media sosial X (sebelumnya Twitter)!

Menurut Business Insider, Elon Musk sering stress sampai muntah-muntah dan insomnia karena terus bekerja dalam waktu panjang tanpa istirahat. Kalaupun beristirahat, ia akan tidur di lantai pabrik perusahaannya!

Selain itu, di samping kekayaan tujuh turunannya, Elon Musk sempat mengalami kebrangkutan hingga sulit beristirahat dan sering mengigau dalam tidurnya.

Berkaca dari pengalaman Elon Musk, ternyata masalah tidur ini memang sering dialami oleh para pengusaha. Namun, di saat yang sama insomnia dinilai ‘membantu’ pengusaha dalam merintis bisnis mereka! Kok bisa? Yuk, kita cari tahu bersama!

 

Insomnia dan Kewirausahaan Saling Berkaitan?

Inverse membahas sebuah studi dari University of Central Florida yang dipublikasikan dalam jurnal Entrepreneurship Theory and Practice, yang menyebutkan bahwa beberapa pengusaha terkenal mungkin sudah lama mengalami masalah tidur.

Kondisi yang mirip dengan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) ini justru mendorong mereka untuk bersikap seperti pengusaha, bahkan memulai sebuah bisnis.

Para peneliti menemukan hubungan menarik antara masalah tidur dan kewirausahaan ini setelah melakukan empat penelitian yang melibatkan lebih dari 800 peserta.

Dalam penelitian pertama, 350 peserta mengisi survei mengenai kualitas tidur mereka dan kecenderungan mirip ADHD dalam enam bulan terakhir.

Mereka diberikan sejumlah pertanyaan tentang kebiasaan tidur. Setelah menjawabnya, mereka diberi pertanyaan tentang niat untuk memulai atau mendirikan bisnis dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.

Kelompok ini pun dibagi menjadi dua kelompok: kelompok pertama tidur nyenyak tanpa gangguan. Keesokan harinya mereka diminta mengisi survey tentang masalah tidur dan kecenderungan mirip ADHD, serta niat untuk membangun bisnis baru.

Di sisi lain, kelompok lainnya mengisi 10 survei yang dimulai pukul 10 malam, satu malam, dan setiap jamnya sampai pukul tujuh pagi sampai mereka kurang tidur.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masalah gangguan tidur dapat mendorong seseorang untuk mewujudkan ide kewirausahaan mereka daripada hanya memikirkannya saja.

Di sisi lain, penelitian ke-dua dan ke-tiga yang melibatkan 300 peserta juga menunjukkan hubungan antara kecenderungan mirip ADHD, masalah tidur, dan kebiasaan berwirausaha. Kemudian, penelitian terakhir melibatkan survei terhadap 176 pengusaha aktif.

Semua hasil penelitian ini menunjukkan gangguan tidur yang bersifat sementara dapat memicu kecenderungan mirip ADHD dan juga mendorong niat berbisnis, bahkan di kalangan pengusaha yang sudah berpengalaman.

Jangan salah artikan hal ini ya, Sobat. Bukan berarti kamu harus begadang dan mengorbankan waktu tidur demi kelangsungan dan kesuksesan bisnis.

Kurang tidur untuk menjalankan usaha sangat tidak disarankan. Kita harus mempertimbangkan baik-baik segala dampak dari masalah tidur ini.

Insomnia yang berkepanjangan dapat merusak kinerja. Bahkan, seorang profesor bisnis asal University of Central Florida menuliskan beberapa kekurangan pada pengusaha yang kelelahan.

Menurutnya, pengusaha yang paling berdedikasi dan bekerja keras dapat menjalankan usaha mereka lebih baik jika mereka istirahat cukup.

 

Baca Juga: 5 Tempat Wisata Underrated di Indonesia yang Jarang Diketahui

 

Apa Saja Gejala dan Faktor Penyebab Insomnia?

1. Gejala Insomnia

  • Kesulitan tidur: Tetap terjaga di malam hari meskipun sudah lama berbaring dan mencoba tidur di atas ranjang.
  • Sering terbangun di malam hari: Terbangun beberapa kali selama tidur dan merasa sulit untuk tidur kembali.
  • Bangun terlalu pagi: Terbangun lebih cepat dari waktu seharusnya dan tidak bisa tidur lagi, meskipun merasa lelah.
  • Kualitas tidur yang buruk: Kamu tidur, tetapi merasa lelah atau tidak segar saat bangun.
  • Gangguan aktivitas sehari-hari: Insomnia dapat menyebabkan masalah konsentrasi, kelelahan, dan perubahan mood yang memengaruhi kehidupan sehari-hari.

2. Faktor Penyebab dan Risiko Insomnia

  • Stres: Stres karena pekerjaan, sekolah, masalah kesehatan, keuangan, atau keluarga. Peristiwa traumatis, seperti kehilangan orang terdekat, perceraian, atau kehilangan pekerjaan, juga dapat menjadi faktor penyebab insomnia.
  • Perubahan Jadwal atau Waktu Tidur: Perubahan pada jadwal tidur, seperti bekerja dalam shift malam atau perjalanan lintas zona waktu, dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh yang mengatur siklus tidur
  • Terlalu Banyak Makan di Sore Hari: Makan malam dan sedikit snack sebelum tidur tak masalah, tapi jika berlebihan akan memberikan rasa tak nyaman saat berbaring. Bagi orang yang menderita maag, asam lambung akan naik ke esofagus dan membuatmu terjaga di malam hari.
  • Kebiasaan Tidur yang Buruk: Tidur pada waktu yang tidak teratur, tidur siang terlalu lama, atau memainkan ponsel sebelum tidur
  • Kesehatan Mental: Gangguan kecemasan dan depresi. Contohnya adalah gangguan stres pascatrauma (PTSD) atau depresi yang sering berhubungan dengan insomnia.
  • Kondisi Medis: Beberapa kondisi medis, seperti nyeri kronis, penyakit jantung, diabetes, atau gangguan pernapasan tidur (sleep apnea)
  • Pengaruh Zat Stimulan: Mengonsumsi minuman yang mengandung kafein, nikotin, dan alkohol atau merokok beberapa jam sebelum tidur dapat menyebabkan insomnia
  • Usia dan Perubahan Hormon: Seiring bertambahnya usia, pola tidur cenderung berubah. Perempuan, terutama selama masa menopause atau kehamilan, sering kali mengalami insomnia akibat perubahan hormon yang memengaruhi tidur.

 

Bagaimana Cara Mengatasi Insomnia?

  • Tetapkan Jadwal Tidur yang Konsisten: Pastikan untuktidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan agar tubuh mengikuti ritme alami untuk tidur yang lebih nyenyak
  • Rajin Beraktivitas Fisik: Aktivitas fisik yang cukup dapat membantumu tidur lebih baik. Namun, hindari berolahraga terlalu dekat dengan waktu tidur.
  • Atur Pola Tidur Siang: Tidur siang terlalu lama bisa mengganggu tidur malam. Batasi tidur siang atau tidak tidur siang sama sekali agar kualitas tidur di malam hari tetap terjaga.
  • Kurangi Kafein, Alkohol, dan Nikotin: Jangan mengonsumsi kafein, alkohol, atau nikotin beberapa jam sebelum tidur
  • Atur Pola Makan Sebelum Tidur: Hindari makan makanan berat atau minum banyak cairan menjelang tidur agar bisa tidur malam dengan nyaman tanpa terganggu masalah pencernaan
  • Lingkungan Tidur yang Nyaman: Pastikan kamar tidur nyaman dan hanya digunakan untuk tidur atau aktivitas intim. Hindari bekerja atau menonton TV di tempat tidur.
  • Rutinitas Tidur yang Menenangkan: Buat rutinitas tidur yang menenangkan, seperti mandi air hangat, membaca, atau mendengarkan musik lembut untuk membantu tidur lebih cepat
  • Kurangi Penggunaan Perangkat Elektronik Sebelum Tidur: Matikan perangkat elektronik setidaknya satu jam sebelum tidur agar tubuh lebih mudah beristirahat dan tidur lebih nyenyak

 

Baca Juga: 7 Cara Mendapat Tiket Pesawat Murah: Dompet Aman, Liburan Jalan!

 

Sobat, insomnia tidak bisa disepelekan.

Tanggung jawab yang besar sebagai pengusaha mungkin memang membuat kita stres dan overthinking. Namun, jika dibiarkan ini akan berujung pada insomnia, lalu menyebabkan komplikasi kondisi kesehatan, seperti tekanan darah tinggi bahkan penyakit jantung!

Kisah insomnia yang dialami pengusaha seperti Elon Musk sebaiknya dijadikan sebagai pelajaran agar kita tetap mengatur pola hidup dengan baik, yang tentunya juga akan memberikan dampak positif bagi perusahaan.

Oleh karena itu, sebagai pelaku usaha, menjaga keseimbangan antara kerja keras dan istirahat yang cukup adalah kunci keberhasilan.

Memiliki dukungan finansial yang memadai juga menjadi faktor penting dalam menjalankan bisnis dengan lancar.

Untuk hal ini, SMS Finance siap hadir sebagai solusi dengan pinjaman dana tunai SOBAT (Solusi Pembiayaan Cepat).

Dengan jaminan BPKB mobil, kamu bisa mengajukan pembiayaan untuk segala kebutuhan, dari modal usaha bahkan liburan untuk kamu healing! Proses mudah, cepat, hingga bunga rendah mulai 0,7% flat per bulan!

Ayo ajukan pembiayaan untuk modal usahamu di sini!

SMS Finance Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.