Login

Hati-hati! Waspadai 7 Ciri Mobil Bekas Ini Sebelum Dibeli

30 Jan 2025

Ciri-ciri mobil bekas bermasalah yang harus diwaspadai

Apa Inti Pembahasannya?

  • Tahu tanda mobil bekas tidak layak beli sangat penting sebelum membeli kendaraan second, mulai dari dokumen kendaraan tidak lengkap, riwayat servis tidak jelas, hingga larangan test drive bisa menjadi red flag bahwa mobil tersebut memiliki masalah tersembunyi.
  • Kondisi fisik dan teknis mobil juga harus diperiksa dengan teliti, seperti angka kilometer yang tidak wajar, bodi mobil yang pernah mengalami kecelakaan, hingga ciri-ciri mesin mobil bermasalah seperti suara kasar atau overheating.
  • Jangan tergoda dengan mobil bekas murah yang harganya jauh di bawah pasaran. Selalu lakukan riset, cek riwayat kendaraan, dan jika perlu gunakan jasa inspeksi mobil agar terhindar dari membeli mobil bekas tidak layak beli yang bisa menimbulkan biaya perbaikan besar di kemudian hari.

 

Wajib Tahu: Mobil Bekas Lebih Disukai dari Mobil Baru? Ini Alasannya

 

Membeli mobil bekas menjadi pilihan tepat bagi kita yang sedang butuh kendaraan, tapi memiliki budget terbatas. Namun, kita harus tahu ciri-ciri mobil bekas yang tak layak beli dulu agar nantinya tak merugi.

Di luar sana, terdapat banyak jenis mobil bekas yang tampak menarik dan mewah dari luar, tetapi mempunyai masalah tersembunyi, seperti kerusakan mesin, terendam banjir, bahkan kecelakaan. 

Oleh karena itu, kita harus waspada sekaligus teliti sebelum membeli mobil bekas, salahs satunya dengan melakukan riset.

Riset mungkin terdengar melelahkan, tapi tahapan yang harus dilakukan daripada kita terlanjur membeli mobil bekas yang tak layak dan harus menghabiskan banyak uang untuk perbaikan.

Lalu, apa saja ciri-ciri mobil bekas yang harus diwaspadai? Yuk, kita simak bersama!

 

Apa Saja Ciri Mobil Bekas Tidak Layak Beli?

1. Tidak Ada Rekam Jejak Perawatan Mobil

Salah satu ciri mobil bekas tak layak beli yang paling penting adalah saat penjual tidak bisa menunjukkan kelengkapan dokumen kendaraan.

Saat membeli mobil bekas, legalitas adalah hal mutlak yang tak boleh dilewatkan. Mobil tanpa dokumen yang jelas berisiko tinggi berkaitan dengan tindak kriminal atau sengketa kepemilikan.

Tanda-tanda yang patut kita curigai saat mengecek mobil bekas antara lain:

  • Penjual hanya menyediakan STNK tanpa BPKB.
  • Nomor rangka atau nomor mesin tidak sesuai dengan dokumen.
  • Coretan pada faktur kendaraan.

Tanpa dokumen resmi seperti BPKB, STNK, atau faktur pembelian, proses administrasi kendaraan bisa menjadi sangat sulit.

Nantinya, kita tidak dapat melakukan balik nama, perpanjang pajak tahunan di Samsat, bahkan bisa menghadapi masalah hukum di masa depan.

Selain dokumen legalitas utama, penting juga untuk memeriksa catatan perawatan kendaraan. Mobil yang dirawat dengan baik biasanya mempunyai riwayat servis yang jelas, seperti penggantian oli rutin, pemeriksaan mesin, atau perawatan sistem kendaraan lainnya.

Jika penjual tidak bisa menunjukkan catatan tersebut, ada kemungkinan mobil tidak dirawat dengan baik dan berpotensi mengalami masalah teknis di masa depan.

Hal ini juga berkaitan dengan histori penggunaan kendaraan, termasuk kemungkinan kecelakaan atau kerusakan besar sebelumnya.

Jika penjual enggan memberikan informasi mengenai sejarah kendaraan, sebaiknya kita lebih berhati-hati karena bisa saja ada sesuatu yang sedang disembunyikan.

Jadi, jangan pernah tergoda dengan mobil bekas murah jika dokumen kendaraan tidak lengkap atau bermasalah!

 

2. Angka Kilometer Jarak Tempuh Terlalu Tinggi

Mobil bekas dengan angka kilometer tinggi (yang dapat dilihat di odometer) belum tentu buruk, tetapi tetap perlu dipertimbangkan.

Semakin tinggi kilometer sebuah mobil, semakin besar kualitas pada komponen-komponen utama seperti mesin, transmisi, suspensi, dan sistem kelistrikan menurun.

Umumnya, mobil menempuh sekitar 10.000—20.000 km per tahun. Artinya, jika kita ingin membeli mobil bekas berusia lima tahun, angka kilometernya idealnya tidak lebih dari 100.000 km.

Sayangnya, banyak oknum tak bertanggung jawab yang mencoba memanipulasi angka odometer agar mobil terlihat jarang digunakan dan bisa dijual lebih mahal.

Beberapa tanda odometer yang perlu dicurigai misalnya angka kilometer terlihat sangat rendah.

Misalnya, angka km di bawah 50.000 padahal usia mobil sudah lebih dari tujuh tahun. Namun, kondisi fisiknya sudah menunjukkan tanda-tanda pemakaian berat.

Perhatikan apakah setir sudah licin, pedal gas dan rem menipis, atau jok pengemudi terlihat amblas.

Kita juga bisa memeriksa keakuratan kilometernya pada buku servis berkala.

Cocokkan tanggal servis terakhir dengan angka kilometer yang tercatat di dalamnya. Cara ini cukup efektif agar kita tahu apakah mobil tersebut benar-benar dirawat secara rutin atau justru jarang mendapatkan perawatan.

Ingat, mobil dengan kilometer tinggi memerlukan lebih banyak perhatian dan biaya perawatan. Jadi, pastikan untuk memeriksa latar belakang penggunaan mobil tersebut dan apakah rajin menjalani servis berkala atau tidak!

 

Baca Juga: 5 Mitos Mobil LCGC yang Salah Kaprah, Ini Faktanya!

 

3. Bodi Mobil Buruk

Salah satu tanda mobil bekas tidak layak beli adalah kondisi bodi mobil yang kurang mulus.

Bodi mobil yang rusak, keropos, atau mengalami banyak perbaikan bisa menjadi tanda bahwa kendaraan tersebut pernah mengalami kecelakaan atau perawatan yang kurang baik.

Tanda-tanda bodi mobil yang perlu kita curigai antara lain: 

  • Bodi penyok akibat senggolan atau kecelakaan
  • Aki basah yang bocor dan merusak logam di sekitar mesin
  • Cat mobil yang mudah terkelupas atau terlihat kusam
  • Bekas pengecatan yang tidak rapi
  • Celah antar panel bodi yang tidak sejajar

Ciri-ciri di atas bisa menjadi tanda bahwa mobil pernah mengalami kecelakaan atau perbaikan yang kurang baik.

Kita harus waspada karena kerusakan bodi atau usia mobil yang sudah tua bisa mempengaruhi keselamatan dan kestabilan kendaraan. 

Jadi, jika kamu pernah melihat tanda-tanda perbaikan bodi mobil yang buruk, lebih baik pertimbangkan ulang dan mencari mobil bekas lain.

 

4. Masalah Mekanis

Ciri mobil bekas tak layak beli selanjutnya bisa kita ketahui dengan melakukan test drive atau uji jalan. Dari sini kita dapat merasakan langsung bagaimana performa kendaraan saat digunakan.

Saat menyetir, perhatikan bagaimana reaksi mobil saat berakselerasi, mengerem, dan berbelok.

Beberapa ciri-ciri mesin mobil bermasalah antara lain suara mesin kasar, getaran tidak normal, hingga mobil tidak berjalan dengan mulus.

Selain itu, kita juga perlu waspada terhadap mobil yang pernah mengalami overheating.

Mobil keluaran terbaru dengan blok mesin aluminium, terutama yang dilengkapi turbo, cenderung lebih rentan terhadap masalah overheating.

Beberapa tanda mobil pernah mengalami overheating antara lain:

  • Radiator menggunakan air biasa daripada coolant

  • Mobil terlalu sering membutuhkan tambahan air radiator

  • Mobil lama yang harus menggunakan Pertamax karena silinder head pernah dibubut

Selain itu, perhatikan kondisi oli mesin. Mesin yang jarang dirawat atau tidak rutin mengganti oli biasanya akan meninggalkan kerak hitam pekat (oil sludge) di bagian dalam mesin.

Kerak ini dapat menyumbat saluran pelumasan dan juga berpotensi menyebabkan mesin overheating.

Untuk memeriksanya, buka tutup pengisian oli saat mesin dalam kondisi dingin. Jika terlihat lapisan hitam pekat seperti aspal atau kerak keras, kemungkinan besar mesin memiliki masalah oil sludge.

Tanda lain yang perlu diwaspadai adalah suara mesin yang kasar serta asap knalpot berwarna putih atau kebiruan.

Jika ingin lebih aman, kita dapat memanggil jasa inspeksi mobil bekas untuk memeriksa kondisi mesin dan sistem lainnya lebih mendalam. 

 

Baca Juga: Apa yang Dimaksud Jasa Inspeksi Mobil Bekas? Berapa Biayanya?

 

5. Mobil Bekas Banjir dan Tabrakan

Di Indonesia, banjir sering menjadi masalah utama, terutama di daerah-daerah dengan curah hujan tinggi.

Mobil yang pernah terendam banjir biasanya memiliki berbagai masalah tersembunyi, terutama pada sistem kelistrikan dan interior. Ciri-cirinya antara lain:

  • Bau tidak sedap di dalam kabin mobil.
  • Noda air, bekas lumpur, pasir, atau tanah pada interior seperti bagasi, jok, karpet, hingga sela-sela karet pintu.
  • Kondisi mobil berembun, terutama uap air yang muncul seperti embun di kaca lampu depan atau belakang tanpa adanya retakan atau pecahan.
  • Baut dan bumper yang basah serta karat bekas banjir.
  • Oli berwarna keruh atau coklat keabu-abuan.

Tak hanya ciri-ciri mobil bekas banjir, kita juga harus tahu tanda-tanda mobil yang pernah mengalami kecelakaan, antara lain:

  • Bodi mobil tidak simetris atau terdapat penyok yang sulit terlihat.
  • Cat mobil  terlihat baru di beberapa bagian saja alias tidak merata.
  • Kerusakan sasis yang tidak mudah terlihat tanpa pemeriksaan detail.

Jika melihat tanda-tanda di atas, lebih baik jangan melakukan pembelian dan cari pilihan mobil bekas lainnya.

 

6. Harga Mobil Terlalu Murah

Mobil murah memang menggiurkan, tetapi kita harus tetap waspada. 

Tanda mobil bekas  bermasalah saat dijual adalah ketika harga yang ditawarkan terlalu murah dibandingkan dengan harga pasaran.

Harga yang sangat murah bisa menjadi tanda bahwa mobil tersebut memiliki masalah besar, seperti kerusakan serius atau riwayat kecelakaan yang tidak terungkap. Harga mobil bekas banjir pun jauh lebih murah hingga terasa tidak wajar. 

Mendapat kendaraan dengan harga terjangkau memang menjadi alasan utamamu memilih mobil bekas, tapi jangan sampai hal ini justru menimbulkan bahaya dan kerugian besar di masa depan.

Selain itu, pastikan untuk memeriksa kondisi mobil secara menyeluruh agar tidak terjebak dalam penipuan.

 

7. Tidak Ada Test Drive atau Uji Coba 

Jika penjual melarang kita untuk menguji mobil atau mengendarainya sebelum membeli, ini red flag yang harus diwaspadai. 

Setiap mobil bekas yang layak dijual harus bisa diuji terlebih dahulu untuk memastikan kondisinya.

Jika penjual menolak uji coba atau hanya memperbolehkan kita melihat mobil tanpa boleh dikemudikan, pertimbangkan untuk mencari pilihan lain.

Larangan untuk melakukan uji coba biasanya berkaitan dengan masalah tersembunyi pada mobil yang tidak ingin kita ketahui.

 

Baca Juga: Apa Ciri Mobil Bekas Banjir? Cek 8 Tanda Ini Sebelum Membeli

 

Sobat, membeli mobil bekas memerlukan kehati-hatian, ketelitian, serta wawasan agar kita tidak tertipu dan merugi di masa depan. 

Oleh karena itu, salah satu cara jitu sebelum membeli mobil bekas adalah selalu melakukan riset dengan teliti. 

Pastikan penjual memiliki rekam jejak perawatan dan histori mobil yang lengkap. Kamu juga harus waspada terhadap harga mobil bekas murah yang tak wajar.

Untuk cara mengecek mobil bekas ini, kita dapat memerhatikan ciri-ciri di atas atau memanggil jasa inspeksi mobil. Setelahnya kita pun bisa mendapatkan mobil bekas yang berkualitas dan bebas dari masalah.

Jika sudah mendapat mobil bekas pilihan terbaik, ajukan pembiayaannya ke SMS Finance. Nikmati bunga rendah hingga proses yang mudah dan cepat untuk memenuhi segala kebutuhan!

Jangan tunda-tunda lagi, wujudkan mobil idamanmu dengan klik di sini!

SMS Finance Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.