Login

7 Rekomendasi Mobil Matic 100 Jutaan, Cocok Buat Pemula!

05 Mar 2026

Membeli rekomendasi mobil matic di dealer

Apa Inti Pembahasannya?

  • Pilihan mobil matic 100 jutaan yang wajib dipertimbangkan antara lain Toyota Calya, Toyota Avanza Gen 2, Suzuki Ertiga, Toyota Kijang Innova, Toyota Yaris Bakpao, dan Honda Jazz GE8. Semuanya dikenal memiliki mesin bandel, transmisi yang awet, serta biaya perawatan yang relatif terjangkau.
  • Sebelum membeli, sesuaikan pilihan dengan kebutuhan dan periksa kondisi mobil secara menyeluruh. Mulai dari jenis transmisi (CVT atau AT konvensional), oli transmisi, mesin, hingga wajib melakukan test drive agar tidak salah pilih.
  • Mobil matic bekas Rp100 jutaan tetap bisa menjadi pilihan yang nyaman, irit, dan tahan lama asalkan riwayat perawatan jelas serta kondisi unit masih prima. Dengan pengecekan yang teliti, kamu bisa mendapatkan mobil yang sesuai kebutuhan tanpa menguras budget.

 

Wajib Tahu: Pilih Mobil Bekas Matik atau Manual? Ini Perbedaannya

 

Mobil dengan transmisi otomatis atau mobil matic kian menjadi pilihan masyarakat, terutama yang tinggal di daerah perkotaan.

Penggunaannya yang praktis dan memudahkan pengendara menjadi penyebab transmisi otomatis menjadi pilihan untuk membeli mobil, termasuk mobil bekas bagi mereka yang ingin lebih irit.

Kabar baiknya, dengan dana Rp100 jutaan, pilihan mobil matic ternyata cukup beragam. Mulai dari LCGC yang irit dan lincah, sampai MPV kompak yang muat keluarga kecil! Kita tinggal pintar-pintar memilih unit yang kondisinya masih prima dan sesuai kebutuhan.

Sobat juga ingin beli mobil matic yang ramah di kantong? Tenang saja, kami sudah menyiapkan beberapa rekomendasi agar kamu tak salah pilih!

Tanpa basa-basi lagi, berikut 7 rekomendasi mobil matic dengan harga Rp100 jutaan yang awet dan mudah perawatannya.

 

Apa Saja Rekomendasi Mobil Matic 100 Jutaan?

1. Toyota Calya

Rekomendasi mobil matic pertama datang dari kategori LCGC (Low Cost Green Car), yaitu Toyota Calya. Mobil ini sudah terbukti kehandalannya karena banyak dipakai angkutan taksi online di kota maupun daerah.

Mobil berjenis MPV 7 penumpang ini terkenal memiliki mesin yang bandel dan bahan bakar yang irit dengan mesin berkode 3NR-VE 4 silinder berkapasitas 1200cc dual VVT-i yang menghasilkan tenaga 87hp dan torsi 108 Nm.

Transmisi otomatisnya menggunakan matic jenis AT konvensional 4 percepatan yang terkenal awet dan mudah dirawat.

Soal konsumsi bahan bakar termasuk irit, sekitar 13km/liter di dalam kota dan bisa mencapai 19-20 km/liter untuk luar kota.

Di pasar mobil bekas, harga mobil LCGC satu ini sudah berkisar antara Rp100.000.000—Rp140.000.000 untuk tahun 2020 ke atas, bahkan ada yang di bawah 100 juta untuk Toyota Calya generasi awal!

2. Toyota Avanza Generasi Ke-2 (2011—2020)

Toyota Avanza Generasi ke-2 hadir dengan desain yang lebih modern, bodi lebih lebar dan fitur yang lebih lengkap dibanding generasi sebelumnya.

Avanza Gen 2 ini memiliki dua opsi mesin, yaitu 1NR VE berkapasitas 1300cc dan 2NR VE berkapasitas 1500cc berteknologi dual VVT-i.

Sama seperti Toyota Calya, Toyota Avanza menggunakan transmisi otomatis jenis AT konvensional 4 percepatan. Selain itu, power steering-nya sudah menggunakan jenis elektrik sehingga lebih ringan dan lebih nyaman ketika berkendara.

Berpenggerak ban belakang dan memiliki fitur seperti rem ABS, EBD, dual airbag dan jok isofix membuat mobil ini dijadikan pilihan hampir semua kalangan.

Harga mobil ini pun masih cenderung bertahan. Di pasar mobil bekas kita bisa temui Avanza tahun 2011—2015 di kisaran harga Rp90.000.000—Rp120.000.000, sedangkan untuk tahun 2015 ke atas masih di sekitar Rp100.000.000—Rp170.000.000.  

3. Suzuki Ertiga Generasi Pertama

Rekomendasi mobil matic selanjutnya adalah Suzuki Ertiga, yang di awal kemunculannnya pada tahun 2012 telah memberikan tingkat kenyamanan yang berbeda dibanding kompetitornya.

Berbekal mesin K14B 1400cc DOHC, mesin ini mampu mengeluarkan tenaga 94hp dan torsi 130 Nm di 4000 rpm yang dikawinkan melalui transmisi otomatis 4 percepatan.

Mesin dan transimisi Suzuki Ertiga dikenal irit, tangguh dan andal untuk penggunaan harian. Konsumsi bbm rata-ratanya mencapai 13km/liter di dalam kota dan hingga 20km/liter untuk pemakaian di luar kota.

Selain itu, mobil ini unggul dari sisi kenyamanan, kekedapan kabin, bantingan suspensi yang lebih empuk, serta interior yang lebih mewah.

Di pasar mobil bekas, mobil ini memiliki harga yang bertahan sekitar Rp80.000.000—Rp130.000.000-an, tergantung pada kondisinya.

4. Mitsubishi Xpander 2017—2020

Mitsubishi Xpander ada di posisi ke-4 dalam daftar rekomendasi mobil matic 100 jutaan ini.

Dengan desain dynamic shield yang dinamis dan penuh garis tajam, Xpander langsung mendapatkan tempat di masyarakat sebagai mobil pilihan 7 penumpang.

Dibekali mesin 4A91 4 silinder 1500cc DOHC, mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimal 105Ps dan torsi 141Nm yang disalurkan melalui penggerak roda depan dengan transmisi otomatis 4 percepatan.

Matic jenis AT ini digunakan oleh Xpander pada tahun 2017—2020, baru pada model facelift 2021 transmisi otomatisnya berubah menjadi CVT.

Yang menjadi keunggulan di mobil ini adalah desain eksterior dinamis, kenyamanan kabin, keluasan kabin hingga baris ketiga hingga karakter bantingan suspensinya yang menjadikan mobil ini ternyaman dikelasnya.

Harga di pasar mobil bekas pun bertahan di kisaran Rp150.000.000—Rp180.000.000-an untuk tahun mobil keluaran tahun 2017—2020.

5. Toyota Kijang Grand Innova Bensin (2011—2015)

Kabin lega, muat banyak, mesin awet dan perawatan mudah menjadi penyebab Toyota Kijang sangat laku di pasaran, sehingga wajib masuk ke dalam daftar rekomendasi mobil matic ini.

Meskipun bahan bakarnya agak boros untuk ukuran mesin bensin 1TR-FE 2000cc, tetapi akan terbayarkan dengan kenyamanan yang diberikan.

Mesin tersebut mampu mengeluarkan tenaga sebesar 136Ps dan torsi 182Nm yang disalurkan ke ban belakang melalui transmisi otomatis 4 percepatan yang dikenal halus, bertenaga dan awet.

Dengan semua spesifikasi ini, tidak heran jika Toyota Kijang dijadikan pilihan sebagai mobil bekas idaman untuk kebanyakan orang yang mengutamakan kenyamanan, kelegaan kabin serta kemudahan dalam perawatannya.

Apalagi, Toyota Innova juga dijadikan sebagai angkutan travel di berbagai daerah pada jamannya.

Harga untuk mobil bekas Toyota Innova termasuk menjadi salah satu yang paling bertahan, yaitu di kisaran Rp110.000.000—Rp150.000.000-an, tergantung pada kondisinya.

6. Toyota Yaris Bakpao (2006—2013)

Rekomendasi mobil matic selanjutnya datang dari kategori hatchback, yaitu Toyota Yaris “Bakpao” yang dikenal sebagai kendaraan lincah, gesit dan irit.

Muncul sejak tahun 2006—2013, desain Yaris termasuk masih enak dipandang dan tak lekang oleh waktu.

Terkait interiornya, mobil ini memiliki banyak laci penyimpanan yang fungsional dan instrument cluster yang berada di tengah.

Diberikan mesin yang sama seperti Toyota Veloz, yaitu 1NZ-FE 1500cc VVTi, membuat mobil ini semakin lincah dan efisien, tapi dengan bobot bodinya yang lebih ringan.

Mesin tersebut mampu mengeluarkan tenaga sebesar 107Hp dan torsi 142Nm yang disalurkan ke ban depan melalui transmisi otomatis 4 percepatan.

Transmisi jenis AT konvensional ini digunakan oleh Yaris karena dikenal ketangguhan dan keawetannya.

Di pasar mobil bekas, mobil ini sudah banyak dijual dengan harga di bawah Rp100.000.000 untuk generasi awal sebelum facelift, sedangkan setelah facelift harganya berkisar antara Rp90.000.000—Rp120.000.000.

7. Honda Jazz GE 8 (2008—2014)

Rekomendasi mobil matic 100 jutaan yang terakhir jatuh pada Honda Jazz generasi ke-2, yang merupakan hatchback yang sangat populer di zamannya.

Dengan mesin berkapasitas 1500cc i-VTEC berdaya 120Ps dan torsi 145Nm, mobil ini terkenal responsif dan bertenaga. Tenaga sebesar itu disalurkan ke ban depan melalui transmisi otomatis 4 percepatan.

Hanya Honda Jazz generasi ini yang masih menggunakan transmisi otomatis AT konvensional karena selain model ini, transmisinya menggunakan CVT.

Ruang interiornya memberikan kelegaan kabin yang luar biasa, bahkan mekanisme pelipatan joknya mampu mengangkut banyak barang dengan beberapa model pelipatan.

Mesin bandel, desainnya cakep serta bahan bakarnya juga irit. Harga mobil bekas Honda Jazz generasi ini jarang mengalami penurunan, sekarang bisa didapatkan di kisaran harga Rp90.000.000—Rp150.000.000-an tergantung kondisinya.

 

Baca Juga: 7 Rekomendasi Mobil Mini Bus Terbaik untuk Keluarga

 

Apa Saja Tips Membeli Mobil Matic Bekas yang Tepat?

Sebelum menentukan pilihan, kita harus tahu cara memilih unit mobil matic yang benar-benar layak dipakai. Apalagi jika kita membeli mobil bekas, kondisi kendaraan jadi faktor utama yang tidak boleh diabaikan.

Tenang, untuk ini kita tidak harus jadi ahli otomotif dulu. Berikut tips memilih mobil matic bekas agar tidak salah pilih:

1. Pilih Berdasarkan Kebutuhan

Saat membeli mobil bekas, terkadang orang terlalu fokus ke harga atau tipe mobilnya. Namun, hal lainnya yang tak kalah penting adalah mobil itu harus sesuai kebutuhan, bukan sekadar keinginan.

Agar kita tidak salah pilih, coba pilih mobil matic yang sesuai dengan aktivitas harian.

Misalnya, untuk penggunaan dalam kota dengan lalu lintas padat, pilih kendaraan yang irit, nyaman, dan mudah dikendarai. Biasanya city car atau LCGC matic sudah cukup.

Sobat butuh mobil untuk kebutuhan keluarga? Artinya, kamu butuh mobil yang berkabin lega, bagasi luas, dan kenyamanan suspensi. MPV atau mini bus matic bisa jadi pilihan aman.

Intinya, jangan cuma lihat “mobil bagus”, tapi pikirkan: “Mobil ini cocok dipakai sehari-hari atau tidak?”

2. Pilih Transmisi CVT atau AT Konvensional?

Bagian ini sering membuat orang-orang bingung, apalagi untuk pemula. Pasalnya, tranmisi mobil matic juga memiliki beberapa jenis, dua di antaranya adalah CVT (Continuously Variable Transmission) dan AT Konvensional (Automatic Transmission).

Umumnya, CVT lebih irit bahan bakar karena menjaga putaran mesin stabil. Perpindahan tenaganya juga halus tanpa hentakan.

Di sisi lain, AT Konvensional menggunakan gear tetap atau ada perpindahan gigi. Tarikan pun terasa lebih kuat saat akselerasi dan kuat untuk beban berat atau jalan menanjak.

Kesimpulannya, Sobat bisa memilih CVT jika mobil akan lebih sering digunakan dalam kota. Jika kamu akan membawa banyak beban atau penumpang, pilih AT konvensional.

3. Cek Kondisi Oli 

Kita mulai dari hal yang paling sederhana, yaitu melihat kondisi oli matic. Oli yang masih bagus biasanya berwarna merah kecokelatan dan terlihat jernih.

Kalau warnanya sudah hitam pekat atau bahkan tercium bau gosong, itu tanda oli sudah lama tidak diganti. Dalam beberapa kasus, ini juga bisa jadi indikasi adanya masalah di sistem transmisi.

4. Periksa Bodi Transmisi

Selanjutnya, kita harus memeriksa lihat bagian luar transmisi. Pastikan tidak ada rembesan oli atau kotoran yang menempel karena kebocoran. Kalau ada tanda-tanda oli merembes, sebaiknya lebih waspada karena perbaikannya bisa cukup mahal.

5. Perhatikan Lampu Indikator di Dashboard

Saat mobil dinyalakan, perhatikan semua indikator di panel instrumen. 

Coba pindahkan tuas ke posisi P (Park), R (Reverse), N (Neutral), dan D (Drive) sambil melihat apakah indikator bekerja normal. 

Kalau ada lampu peringatan yang menyala terus atau tidak sesuai, bisa jadi ada gangguan di sistem mobil.

6. Pemeriksaan Mesin

Saat ingin membeli mobil bekas, pastinya kita harus memeriksa kondisi mesinnya lebih dulu.

Pertama, nyalakan mesin dan posisikan transmisi di netral atau N. Ketika mobil mulai melaju, dengarkan suara yang dikeluarkan dari mesin. 

Mesin yang sehat biasanya terdengar halus dan stabil. Jika muncul suara kasar, tidak rata, atau bunyi aneh seperti ngelitik ("tik-tik-tik"), sebaiknya pertimbangkan ulang karena bisa menandakan masalah di mesin.

7. Wajib Test Drive

Ini langkah terakhir yang tidak boleh kita lewatkan. Kita harus melakukan uji coba kendaraan agar bisa merasakan langsung apakah mobil nyaman atau mengalami kerusakan selama dikendarai.

Saat test drive, rasakan apakah perpindahan transmisi berjalan mulus atau terasa tersendat.

Selain itu, perhatikan juga getaran saat berkendara. Jika terasa tidak normal atau mengganggu, lebih baik cari opsi lain daripada menyesal dan merugi di kemudian hari.

 

FAQ - Pertanyaan Umum Terkait Rekomendasi Mobil Matic 100 Jutaan

1. Mobil 100 jutaan mobil apa?

  • Toyota Calya
  • Toyota Avanza Generasi ke-2 (2011—2020)
  • Suzuki Ertiga Generasi Pertama
  • Mitsubishi Xpander (2017—2020)
  • Toyota Kijang Grand Innova (2011—2015)
  • Toyota Yaris Bakpao (2006—2013)
  • Honda Jazz GE 8 (2008—2014)

2. Uang 100 juta dapat mobil Avanza tahun berapa?

Dengan anggaran atau budget Rp100 juta, Sobat bisa membeli Toyota Avanza bekas tahun 2011—2020 generasi ke-2. Toyota Avanza tahun 2011—2015 berada di kisaran Rp90.000.000—Rp120.000.000, sedangkan tahun 2015 ke atas berada di angka sekitar Rp100.000.000—Rp170.000.000.

3. Mobil yang irit BBM apa saja?

Mobil LCGC yang irit BBM antara lain Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Datsun Go, Honda Brio Satya, Toyota Calya, dan Daihatsu Sigra.


Baca Juga:  7 Rekomendasi Mobil Terbaik, Irit dan Cocok Buat Keluarga!

 

Sobat, baik mobil bertransmisi manual atau matic mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing.  

Pada akhirnya, memilih mobil matic bekas 100 jutaan itu soal menyesuaikan kebutuhan dan kondisi unit yang kamu temukan.

Hati-hati, jangan cuma tergiur harga murah! Selalu cek riwayat servis, kondisi transmisi, serta test drive supaya kamu benar-benar yakin.

Dengan pilihan yang tepat, budget Rp100 jutaan sudah cukup untuk punya mobil matic yang nyaman, praktis, dan siap menemani aktivitas harianmu.

Jadi, dari daftar tadi, mana yang paling cocok buat kamu? Yuk, ajukan pembiayaan mobil matic bekas pilihanmu di SMS Finance!

SMS Finance menyediakan solusi pembiayaan mobil bekas konvensional maupun syariah. Prosesnya mudah, cepat, dan transparan!

Ayo dapatkan segera mobil impianmu dengan klik di sini!

SMS Finance Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan