4 Cara Menghitung Angsuran dan Bunga Pinjaman
04 Sep 2023
Cara menghitung angsuran dan bunga pinjaman yang tepat agar tak rugi
Apa Inti Pembahasannya?
- Cara menghitung angsuran ditentukan oleh pokok pinjaman, suku bunga, tenor, dan metode bunga yang digunakan. Bunga flat menghasilkan cicilan tetap, bunga efektif membuat cicilan menurun, sedangkan anuitas menjaga total cicilan tetap dengan komposisi pokok dan bunga yang berubah.
- Sebelum menghitung cicilan, pahami dulu apakah pinjaman menggunakan bunga flat, efektif, atau anuitas karena hasil angsuran per bulannya bisa berbeda meskipun jumlah pinjaman dan tenornya sama.
- Jika tidak ingin menghitung manual, gunakan tabel atau simulasi angsuran dari bank atau perusahaan pembiayaan untuk memperkirakan cicilan, lalu sesuaikan hasilnya dengan kemampuan finansial sebelum mengajukan pinjaman.
Wajib Tahu: Perhatikan 7 Hal Ini Sebelum Ajukan Pinjaman dengan Jaminan BPKB Mobil
Mengajukan kredit atau pinjaman menjadi salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan finansial saat ini. Namun, Sobat harus tahu lebih dulu tentang cara menghitung angsuran pinjaman itu sendiri.
Dengan tahu cara menghitung angsuran, Sobat bisa tahu apakah kemampuan finansial kamu siap untuk melakukan pengajuan, terutama saat tiba waktunya untuk membayar angsuran bulanan.
Lalu, bagaimana cara menghitung cicilan dan bunga pinjaman ini? Yuk, scroll dan simak langkah-langkahnya di bawah ini!
Apa Itu Angsuran Pinjaman?
Angsuran pinjaman adalah pembayaran yang dilakukan secara berkala untuk melunasi pokok pinjaman beserta bunga dalam jangka waktu atau tenor yang sudah disepakati.
Jadwal dan jumlahnya sudah disepakati sejak awal kontrak, jadi Sobat tahu persis kapan harus bayar dan berapa.
Istilah angsuran dan cicilan ini sendiri sering dianggap sama. Namun, angsuran biasanya digunakan dalam konteks pinjaman atau pembiayaan formal yang memiliki jadwal pembayaran, tenor, serta perhitungan bunga yang jelas.
Sebelum mulai menghitung angsuran, ada beberapa komponen utama yang perlu Sobat tahu:
- Pokok pinjaman: jumlah dana yang Sobat pinjam dari bank atau perusahaan pembiayaan.
- Suku bunga: biaya yang dikenakan atas penggunaan dana pinjaman dan dinyatakan dalam persen, misalnya 10% per tahun.
- Tenor: jangka waktu pelunasan pinjaman, misalnya 12, 24, 36, atau 48 bulan.
- Metode perhitungan bunga: Pilihan suku bunga seperti bunga flat, efektif, atau anuitas yang memengaruhi nominal angsuran dan total bunga yang Sobat bayar.
Empat komponen di atas akan menentukan berapa besar angsuran yang perlu dibayar setiap bulan.
Misalnya, Sobat mengajukan pinjaman dana tunai dengan jaminan BPKB mobil. Meskipun jumlah dana yang diterima sama, nilai cicilannya bisa berbeda tergantung tenor dan metode bunga yang digunakan.
Karena itu, sebelum mengambil pembiayaan, penting untuk memahami bukan hanya jumlah pinjamannya, tetapi juga cara menghitung cicilan dan total biaya yang akan dibayar sampai tenor berakhir.
Baca Juga: Jaminan BPKB Mobil: 5 Fungsi dan Manfaatnya untuk Pembiayaan!
Apa Perbedaan Bunga Flat, Efektif & Anuitas?
Di Indonesia, suku bunga flat, efektif, dan anuitas adalah yang paling sering dipakai untuk menghitung angsuran. Bedanya ada pada dua hal, yaitu bunga dihitung dari apa dan apakah angsuran per bulannya tetap atau berubah.
1. Bunga Flat
Bunga flat adalah metode perhitungan bunga berdasarkan pokok pinjaman awal selama tenor berlangsung. Karena dasar perhitungannya tidak berubah, jumlah bunga dan angsuran setiap bulan umumnya tetap sama.
Metode ini relatif mudah dipahami dan sering digunakan pada pembiayaan konsumtif, termasuk kredit kendaraan atau pembiayaan multiguna seperti pinjaman dengan jaminan BPKB mobil.
Rumus dasar bunga flat:
Bunga per bulan = (Pokok Pinjaman × Suku Bunga Tahunan × Tenor dalam Tahun) ÷ Jumlah Bulan Tenor
Karena bunga dihitung dari pokok awal, nilainya tetap meskipun sisa utang semakin berkurang.
2. Bunga Efektif
Suku bunga efektif dihitung berdasarkan sisa pokok pinjaman yang belum dibayar.
Artinya, semakin kecil sisa utang, semakin kecil pula bunga yang dibebankan. Karena pokok pinjaman berkurang setiap bulan, jumlah bunga juga ikut turun. Akibatnya, total cicilan pada awal tenor biasanya lebih besar lalu perlahan menurun.
Rumus bunga efektif:
Bunga bulan ke-x = Saldo pokok bulan ke-x × Suku bunga tahunan ÷ 12
Sisa pokok awal bulan ke-x artinya utang yang masih tersisa sebelum Sobat membayar angsuran di bulan tersebut. Lalu:
Angsuran bulan ke-x = Cicilan Pokok Tetap + Bunga bulan ke-x
3. Bunga Anuitas
Bunga anuitas menggunakan prinsip perhitungan bunga berdasarkan sisa pokok pinjaman, tetapi total cicilan bulanannya dibuat tetap. Jadi, meskipun jumlah yang dibayar setiap bulan sama, komposisinya berubah.
Pada awal tenor, porsi bunga biasanya lebih besar dan pokok lebih kecil. Seiring berjalannya waktu, porsi bunga menurun sementara pembayaran pokok semakin besar.
Skema ini banyak digunakan pada kredit jangka panjang seperti KPR.
Ada dua rumus yang dipakai:
Rumus dasar (menghitung bunga tiap bulan):
Bunga = Sisa Pokok Bulan Sebelumnya × Suku Bunga Tahunan × (30/360)
Angka 30/360 itu hasilnya sama dengan 1/12, jadi sama saja dengan membagi bunga tahunan dengan 12.
Rumus pengembangan (menghitung angsuran tetap per bulan):
A = P × i × (1 + i)ⁿ ÷ [(1 + i)ⁿ – 1]
Keterangan:
- A = angsuran per bulan
- P = pokok pinjaman
- i = bunga per bulan
- n = jumlah periode atau bulan
Kesimpulannya, berikut perbedaan antara bunga flat, efektif, dan anuitas.
|
ASPEK |
BUNGA FLAT |
BUNGA EFEKTIF |
BUNGA ANUITAS |
|
Bunga dihitung dari |
Pokok pinjaman awal |
Sisa pokok yang belum dibayar |
Sisa pokok yang belum dibayar |
|
Angsuran per bulan |
Tetap |
Menurun tiap bulan |
Tetap |
|
Porsi pokok dan bunga |
Sama setiap bulan |
Pokok tetap, bunga menurun |
Pokok naik, bunga menurun |
|
Total bunga |
Umumnya paling besar |
Lebih kecil dari flat |
Lebih kecil dari flat |
|
Kemudahan hitung |
Paling sederhana |
Sedang |
Paling rumit |
|
Sering digunakan untuk |
Kredit kendaraan, pinjaman multiguna, pinjaman jaminan bpkb mobil |
Pinjaman bank tertentu |
KPR |
Baca Juga: Perbedaan Bunga Flat dan Efektif: Panduan Lengkap
Bagaimana Cara Menghitung Angsuran Pinjaman?
Setelah memahami perbedaannya, sekarang kita masuk ke bagian yang paling penting, yaitu cara menghitung angsuran per bulan.
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh masing-masing metode.
1. Cara Menghitung Angsuran Bunga Flat
Contoh:
- Pokok pinjaman Rp120.000.000
- Bunga 8% per tahun
- Tenor 4 tahun atau 48 bulan
Rumus dasar bunga flat = (Pokok Pinjaman × Suku Bunga × Tenor) ÷ Jumlah Bulan dalam Tenor
- Bunga per tahun: Rp120.000.000 × 8% = Rp9.600.000. Artinya, total bunga selama 4 tahun yang harus dibayar adalah Rp9.600.000 × 4 = Rp38.400.000.
- Bunga per bulan: Rp38.400.000 ÷ 48 = Rp800.000
- Pokok angsuran per bulan: Rp120.000.000 ÷ 48 = Rp2.500.000
Artinya, total angsuran yang harus Sobat bayar adalah jumlah dari pokok angsuran per bulan dan bunga per bulan, seperti berikut.
- Total angsuran: Rp2.500.000 + Rp800.000 = Rp3.300.000
Jadi, angsuran yang perlu dibayar adalah sekitar Rp3.300.000 per bulan sampai masa tenor habis.
2. Cara Menghitung Angsuran Bunga Efektif
Contoh:
- Pinjaman: Rp150.000.000
- Bunga: 10% per tahun
- Tenor: 4 tahun (48 bulan)
- Cicilan pokok per bulan (tetap): Rp150.000.000 ÷ 48 = Rp3.125.000
Sekarang kita hitung bunga dan angsuran setiap bulan dari sisa pokok yang berjalan.
Bulan Pertama
- Bunga bulan ke-1: (Rp150.000.000 × 10%) ÷ 12 = Rp1.250.000
- Total angsuran: Rp3.125.000 + Rp1.250.000 = Rp4.375.000
Bulan Kedua
- Sisa pokok = Rp150.000.000 − Rp3.125.000 = Rp146.875.000
- Bunga = (Rp146.875.000 × 10%) ÷ 12 = Rp1.223.958
- Total angsuran = Rp3.125.000 + Rp1.223.958 = Rp4.348.958
Begitu seterusnya sampai lunas. Karena bunga dihitung dari sisa pokok pinjaman, total cicilan akan semakin kecil dari bulan ke bulan.
3. Cara Menghitung Angsuran Bunga Anuitas
Contoh:
- Total pokok pinjaman: Rp150.000.000
- Bunga: 12% per tahun, per bulan menjadi 1%
- Tenor: 48 bulan
Rumus anuitas = P × i × (1 + i)ⁿ ÷ [(1 + i)ⁿ – 1]
Jika dimasukkan ke rumus menjadi:
- A = Rp150.000.000 × 1% × (1,01)⁴⁸ ÷ [(1,01)⁴⁸ – 1]
Hasilnya, angsuran bulanan sekitar Rp3.950.075 per bulan. Jumlah ini masih relatif tetap selama tenor. Namun, komposisinya berubah.
Bulan Pertama
- Bunga: Rp150.000.000 × 1% = Rp1.500.000
- Pokok yang dibayar: Rp3.950.075 – Rp1.500.000 = Rp2.450.075
- Sisa pokok: Rp150.000.000 – Rp2.450.075 = Rp147.549.925
Bulan Kedua
- Bunga bulan kedua: Rp147.549.925 × 1% = sekitar Rp1.475.499
Karena total angsuran tetap sekitar Rp3.950.075, maka bagian pokok bulan kedua menjadi Rp3.950.075 – Rp1.475.499 = sekitar Rp2.474.576
Kesimpulannya, dalam sistem anuitas total angsuran tetap, bunga semakin kecil, dan porsi pokok semakin besar. Inilah yang membedakannya dari metode efektif.
4. Cara Menghitung dengan Tabel Angsuran Pinjaman
Ogah menghitung secara manual? Sekarang, banyak bank atau perusahaan pembiayaan yang menyediakan tabel atau simulasi angsuran di situs resmi mereka.
Tabel angsuran adalah daftar yang menunjukkan perkiraan pembayaran berdasarkan:
- jumlah pinjaman
- tenor
- suku bunga
- jumlah cicilan bulanan
Misalnya, pada produk pembiayaan multiguna sepertipinjaman dana tunai dengan jaminan BPKB mobil, tabel angsuran dapat membantu Sobat memperkirakan cicilan sebelum mengajukan pembiayaan.
Namun, angka dalam tabel atau simulasi sebaiknya tetap dianggap sebagai estimasi sampai ada hasil persetujuan resmi.
Besarnya angsuran akhir bisa dipengaruhi oleh profil pemohon, nilai BPKB mobil atau kendaraan yang dijaminkan, tenor, suku bunga, serta ketentuan pembiayaan yang berlaku di SMS Finance.
Baca Juga: Mau Punya SLIK Bersih? Terapkan 4 Tips Keuangan Ini!
FAQ — Pertanyaan Umum Terkait Cara Menghitung Angsuran dan Bunga Pinjaman
1. Bagaimana cara menghitung angsuran per bulan?
Rumus angsuran bulanan tergantung pada jenis suku bunga yang digunakan, yaitu bunga flat, bunga efektif, dan bunga anuitas. Misalnya, pada suku bunga flat:
- Rumus menghitung bunga per bulan: (pokok pinjaman x suku bunga tahunan) / 12.
- Rumus menghitung total bunga: pokok pinjaman x suku bunga tahunan / 12
- Rumus total angsuran bulanan: pokok per bulan + bunga per bulan
2. Bagaimana cara menghitung bunga pinjaman?
Pada sistem bunga flat, total bunga dapat dihitung dengan rumus (Pokok Pinjaman × Suku Bunga × Tenor) / Jumlah Bulan dalam Tenor. Hasilnya menunjukkan besaran bunga yang harus dibayar setiap bulan selama masa pinjaman.
3. Apa itu tabel angsuran?
Tabel angsuran adalah daftar yang menampilkan detail angsuran yang perlu dibayar setiap bulan selama periode tertentu.
Baca Juga: Ajukan Pinjaman Dana Tunai ke SMS Finance, Mudah & Cepat!
Nah, sekarang Sobat jadi tahu cara menghitung angsuran dan bunga pinjaman.
Ini akan membantu Sobat untuk memilih produk pembiayaan dan menyesuaikannya dengan kondisi finansial agar risiko gagal bayar pun menjadi lebih rendah.
Langkah selanjutnya adalah Sobat bisa cek simulasi pembiayaan berdasarkan jumlah dan tenor yang dibutuhkan.
SMS Finance adalah perusahaan pembiayaan yang menyediakan kalkulator simulasi untuk mempermudah konsumen sebelum mengajukan pembiayaan, baik itu untuk mobil bekas atau pinjaman dana.
Jangan tunda-tunda lagi dan klik di sini untuk pengajuan!
SMS Finance Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

