4 Cara Menghitung Angsuran dan Bunga Pinjaman
04 Sep 2023
Cara menghitung angsuran dan bunga pinjaman yang tepat agar tak rugi
Apa Inti Pembahasannya?
- Memahami cara menghitung angsuran membantu kita merencanakan cicilan dengan lebih bijak. Kita harus tahu rumus-rumus dasar dan komponen pinjaman seperti pokok pinjaman, suku bunga, dan tenor agar bisa memperkirakan besaran angsuran per bulan sebelum mengajukan pinjaman.
- Jenis bunga pinjaman memengaruhi besar kecilnya angsuran. Sistem bunga seperti flat, efektif, atau anuitas memiliki cara perhitungan yang berbeda, jadi penting memahami metode yang digunakan agar tidak salah menghitung cicilan.
- Menghitung angsuran sejak awal dapat mencegah risiko keuangan di kemudian hari. Dengan memahami cara menghitung angsuran dan bunga pinjaman, kita bisa menyesuaikan cicilan dengan kemampuan finansial sehingga pembayaran tetap aman sampai masa tenor selesai.
Wajib Tahu: Mau Ajukan Pinjaman Jaminan BPKB Mobil? Simak 7 Hal Ini Dulu!
Mengambil pinjaman menjadi salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan finansial saat ini. Namun, kita harus tahu lebih dulu tentang cara menghitung angsuran pinjaman itu sendiri.
Sebagai informasi, angsuran pinjaman adalah cara membayar kembali utang dengan cicilan yang teratur dan konsisten. Biasanya ini dibayar setiap bulan yang sudah mencakup pokok pinjaman sekaligus bunganya selama jangka waktu pinjaman (tenor).
Lebih sederhananya, ini adalah jenis pinjaman yang dilunasi lewat cicilan dengan jumlah dan jadwal pembayaran yang sudah ditentukan sejak awal.
Pinjaman ini sendiri banyak dilakukan banyak orang untuk memenuhi kebutuhan. Per Januari 2026 saja, pertumbuhan pinjaman di Indonesia tercatat naik 9,96% secara tahunan, meningkat 9,69% dibanding bulan sebelumnya.
Dengan metode kredit ini, beban bayar kita bisa dibagi ke angsuran kecil selama beberapa tahun masa tenor.
Jadi, sebelum memutuskan untuk meminjam uang dari bank atau perusahaan pembiayaan, ada baiknya untuk memperhitungkan terlebih dahulu berapa besar angsuran dan bunga pinjaman yang akan dibayar.
Caranya? Dengan belajar cara menghitung cicilan dan bunga pinjaman! Yuk, scroll dan simak langkah-langkahnya di bawah ini!
Bagaimana Cara Menghitung Angsuran dan Bunga Pinjaman?
1. Jenis Suku Bunga
Sebelum masuk ke dalam pembahasan cara menghitung cicilan, kita harus pahami dulu bahwa ada beberapa jenis suku bunga pinjaman, antara lain bunga tetap (fixed), bunga mengambang (floating), bunga flat, bunga efektif, dan bunga anuitas.
a. Bunga Tetap (Fixed Rate)
Bunga tetap adalah jenis suku bunga yang nilainya tidak akan berubah dari awal perjanjian pinjaman dibuat hingga masa tenor berakhir. Artinya, besaran bunga yang dikenakan akan tetap sama selama periode pinjaman berlangsung.
Bunga jenis ini lebih mudah dihitung karena angkanya tetap dan kita juga bisa lebih mudah saat membayar angsuran karena jumlah bayarnya selalu sama.
Sebagai contoh, jika kita mengambil pinjaman dengan bunga tetap sebesar 8% per tahun, angka tersebut akan tetap sama sampai pinjaman lunas.
Rumus bunga tetap:
Total Bunga = Harga Pokok Dana Pinjaman x Suku Bunga x Tenor (dalam tahun)
b. Bunga Mengambang (Floating Rate)
Seperti namanya, bunga mengambang adalah jenis suku bunga yang nilainya akan selalu berubah dari awal pinjaman hingga akhir, yang membuat besaran angsuran dan bunga yang harus dibayar tiap periode berbeda beda.
Faktor yang memengaruhi besaran bunga mengambang biasanya adalah besaran suku bunga Bank Indonesia dan pergerakan suku bunga di pasaran.
Contohnya, jika Sobat mengambil pinjaman pembiayaan kendaraan dengan bunga mengambang yang mengikuti tingkat suku bunga primer, maka perubahan suku bunga di pasar akan memengaruhi besaran cicilan bulanan tersebut.
Rumus bunga mengambang:
Bunga pada periode = Pokok Pinjaman x Suku Bunga x (jumlah hari periode)
Memahami sistem ini penting agar Sobat dapat melakukan cara menghitung angsuran dengan lebih realistis ketika bunga pinjaman tidak bersifat tetap.
c. Bunga Flat (Flat Rate)
Bunga flat adalah jenis bunga yang dihitung berdasarkan jumlah pokok pinjaman awal, bukan dari sisa pinjaman. Artinya, besaran bunga yang dibayar setiap bulan akan tetap sama selama masa pinjaman, meskipun saldo pinjaman sebenarnya terus berkurang.
Sistem ini sering digunakan dalam pembiayaan kendaraan atau pinjaman jaminan BPKB mobil, karena cara perhitungannya relatif sederhana dan cicilannya mudah diprediksi.
Rumus bunga flat:
Bunga = Pokok Pinjaman x Suku Bunga x Lama Pinjaman
d. Bunga Efektif
Bunga efektif adalah metode perhitungan bunga yang didasarkan pada sisa pokok pinjaman yang belum dibayar. Dengan sistem ini, bunga akan dihitung dari saldo pinjaman yang tersisa setiap periode.
Artinya, semakin kecil sisa pinjaman, semakin kecil pula bunga yang harus dibayar. Karena itu, jumlah bunga yang dibayarkan biasanya akan menurun seiring waktu.
Sebagai contoh, Sobat mengambil pinjaman dengan bunga 8% per tahun, tetapi terdapat biaya tambahan seperti biaya administrasi sebesar 2% dari jumlah pinjaman. Artinya, bunga yang dibayar bisa lebih besar karena ada biaya tambahan dalam pinjaman tersebut.
Rumus bunga efektif:
Bunga bulan ke-X = Sisa Pokok bulan (X-1) x (Suku Bunga Tahunan \ 12)
e. Bunga Anuitas
Bunga anuitas adalah kombinasi antara sistem bunga efektif dan cicilan tetap. Dalam skema ini, jumlah angsuran per bulan tetap sama selama masa pinjaman, tetapi komposisi antara bunga dan pokok pinjaman akan berubah.
Pada awal masa pinjaman, porsi pembayaran biasanya lebih besar dialokasikan untuk bunga. Namun, seiring waktu, porsi pembayaran pokok pinjaman akan semakin besar hingga pinjaman lunas.
Baca Juga: 8 Alasan Pengajuan Pinjaman Kamu Ditolak, Bukan Tanpa Sebab!
2. Cara Menghitung Angsuran Pinjaman
Setelah tahu jenis-jenis suku bunga pinjaman yang ada, berikutnya kita bisa fokus pada cara menghitung angsuran atau cicilan per bulan sebagai berikut.
a. Menghitung dengan Rumus Angsuran Pinjaman
Pertama, kita bisa menghitung secara manual dengan menggunakan rumus. Jika Sobat mengajukan pinjaman dengan bunga flat, rumus cara menghitungnya seperti berikut.
Bunga Flat = (Pokok Pinjaman x Suku Bunga x Tenor) / Jumlah Bulan dalam Tenor.
Contoh:
Sobat mengajukan pinjaman dana tunai sebesar Rp120.000.000 dengan tenor 4 tahun (48 bulan) dan bunga 8% per tahun. Artinya, perumusannya seperti berikut.
- Bunga per tahun = Rp120.000.000 x 8% = Rp9.600.000. Artinya, bunga selama masa tenor (4 tahun) yang harus dibayar adalah Rp9.600.000 x 4 tahun = Rp38.400.000.
- Bunga per bulan = Rp38.400.000 / 48 bulan = Rp800.000
- Pokok angsuran per bulan = Rp120.000.000 / 48 bulan = Rp2.500.000
Total angsuran yang harus Sobat bayar adalah jumlah dari pokok angsuran per bulan dan bunga per bulan.
Total angsuran = Rp2.500.000 + Rp800.000 = Rp3.300.000
Jadi, total angsuran yang harus dibayar setiap bulannya sampai masa tenor selesai sebesar Rp3.300.000.
b. Menggunakan Tabel Angsuran Pinjaman
Buat Sobat yang belum tahu, tabel angsuran pinjaman adalah daftar yang menampilkan detail angsuran yang perlu dibayar setiap bulan selama periode tertentu.
Beberapa perusahaan pembiayaan bank maupun non-bank menyediakan tabel angsuran pinjaman yang dapat membantu kita dalam menghitung angsuran dan suku bunga.
Tabel ini biasanya mencantumkan jumlah pinjaman, tenor, tingkat suku bunga, dan jumlah angsuran bulanan yang harus Sobat bayarkan.
Umumnya, tabel angsuran terdapat pada pembiayaan multiguna, jadi kita bisa melihat berapa angsuran yang dibayarkan berdasarkan tenor yang dipilih.
c. Menggunakan Aplikasi Perhitungan Pinjaman
Selain menggunakan kalkulator pinjaman, salah satu cara menghitung angsuran yang praktis adalah dengan menggunakan aplikasi perhitungan pinjaman di smartphone Sobat.
Aplikasi tersebut biasanya menyediakan fitur untuk menghitung angsuran dan bunga pinjaman secara akurat dengan memasukkan jumlah pinjaman, tenor, dan tingkat suku bunga yang ditawarkan oleh lembaga keuangan.
FAQ — Pertanyaan Umum Terkait Cara Mudah Menghitung Angsuran dan Bunga Pinjaman
1. Bagaimana cara menghitung angsuran per bulan?
Untuk menghitung angsuran per bulan, kita harus menentukan jenis bunga yang dipilih dulu. Jika mengambil suku bunga flat, hitung jumlah bunga per bulannya dengan rumus (Pokok Pinjaman x Suku Bunga Tahunan) / Jumlah Bulan Tenor). Kemudian, hitung pokok angsuran per bulan dengan rumus (Jumlah Pinjaman / Jumlah Bulan Tenor). Terakhir, jumlahkan hasil dari pokok angsuran dan bunga flat.
2. Bagaimana cara menghitung bunga pinjaman?
Cara menghitung bunga pinjaman tergantung pada jenis bunga yang digunakan. Pada sistem bunga flat, bunga dapat dihitung dengan rumus (Pokok Pinjaman × Suku Bunga × Tenor) / Jumlah Bulan dalam Tenor. Hasilnya menunjukkan besaran bunga yang harus dibayar setiap bulan selama masa pinjaman.
3. Apa itu tabel angsuran?
Tabel angsuran adalah daftar yang menampilkan detail angsuran yang perlu dibayar setiap bulan selama periode tertentu.
Baca Juga: Ingin Pengajuan Pinjaman Kamu Auto Lolos? Ini Caranya!
Nah, sekarang kita jadi tahu cara menghitung angsuran dan bunga pinjaman. Ini membantu kita dalam memilih produk pembiayaan dan menyesuaikannya dengan kondisi finansial kita sehingga risiko gagal bayar pun menjadi lebih rendah.
Sobat butuh dana? Atau ingin kredit mobil bekas? Ajukan saja di SMS Finance! Semuanya bisa dengan pinjaman jaminan BPKB mobil. Proses mudah, cepat, dan bunga rendah mulai dari 0,7% flat per bulan!
Jangan tunda-tunda lagi dan klik di sini untuk pengajuan! Kamu pun bisa download aplikasi SMS Finance di Google Play Store untuk info selengkapnya.
SMS Finance Berizin dan Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
\

